Senin, 31 Mei 2010 17:14 WIB Solo Share :

3 Pasar jadi PR DPP

Solo (Espos)--Sebanyak tiga pasar tradisional di Kota Solo menjadi target penertiban Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) kota setempat. Pasalnya di ketiga pasar itu masih terdapat puluhan pedagang oprokan yang berjualan tidak pada tempat yang diperuntukkan.

Pernyatan itu disampaikan Kabid Pengawasan dan Pembinaan DPP, Rini, Kusumandari kepada wartawan, Senin (31/5). Ketiga pasar dimaksud yakni Pasar Ledoksari, Pasar Sidodadi dan Pasar Harjodaksino. Menurut dia, selama ini DPP sudah melakukan upaya penataan pedagang oprokan di tiga pasar tersebut. “Saat ini hanya di tiga pasar itu yang masih menjadi PR kami,” ujarnya.

Rini menguraikan, para pedeagang oprokan tersebut akan dimasukkan ke dalam kompleks pasar. Untuk prosesnya dilakukan bertahap dengan pendekatan persuasif. Contohnya di Pasar Harjodaksino akan dilakukan rehabilitasi fisik dengan pemasangan lantai tegel atau cor. Area lantai cor yang akan dibuat tersebut diperkiraan mampu menampung 90 pedagang oprokan.

Padahal jumlah pedagang oprokan di lingkungan Pasar Harjodaksino yang telah didata 113 orang. Artinya ada 23 pedagang oprokan yang belum mendapat tempat berjualan. Untuk pedagang yang belum tertampung tersebut, DPP akan memanfaatkan los/kios yang selama ini tidak dioperasikan oleh pengguna lama. “Untuk Pasar Sidodadi sendiri kami sudah pernah coba lakukan penataan, tapi gagal,” imbuhnya.

kur

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…