Minggu, 30 Mei 2010 19:23 WIB News Share :

Warga Merapi diminta waspada lisus


Magelang–
Warga di berbagai desa di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diminta mewaspadai kemungkinan terjadi serangan angin kencang atau lisus saat pancaroba.

“Warga harus selalu mewaspadai kemungkinan lisus setelah kejadian belum lama ini, karena saat pancaroba besar kemungkinan terjadi serangan angin kencang itu,” kata Pelaksana Tugas Camat Dukun, Wisnu Harjanto, di Magelang, Minggu.

Serangan lisus terjadi di Dusun Ngargotontro, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, pada Jumat (28/5) lalu selama sekitar 15 menit, mulai pukul 16.00 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan barat Merapi.

Tidak ada korban pada peristiwa itu, namun sebanyak 97 rumah warga setempat rusak masing-masing kategori rusak berat tiga rumah, rusak sedang 47 rumah, dan rusak ringan 47 rumah.

Kerusakan rumah pada umumnya di bagian atap karena genting berterbangan diterjang lisus yang bergerak cepat dari arah tenggara ke timur.

Hingga Minggu, warga masih terus melanjutkan kerja bakti memperbaiki kerusakan rumah.

“Peristiwa itu sudah kami laporakan kepada Pak Bupati (Singgih Sanyoto, red.). Pemerintah kabupaten telah menyalurkan bantuan tanggap darurat,” katanya.

Ia mengatakan, intensitas hujan hingga saat ini masih relatif tinggi di kawasan Merapi. Guyuran hujan deras sesekali disertai tiupan angin kencang.

Pada kesempatan itu ia juga mengatakan pentingnya warga mewaspadai bencana alam lainnya seperti tanah longsor, banjir luapan air sungai, dan kemungkinan terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan antara Provinsi Jateng dengan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

“Memang harus selalu waspada karena daerah ini rawan bencana, segala kemungkinan bencana alam bisa terjadi sewaktu-waktu, jangan sampai masyarakat terlena,” katanya.

Kepala Subbidang Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Pemerintah Kabupaten Magelang, Heri Prawoto, mengatakan, bantuan tanggap darurat telah diserahkan untuk memenuhi kebutuhan warga saat kerja bakti memperbaiki kerusakan rumah mereka pada Sabtu (29/5) dan Minggu (30/5).

Bantuan pemkab setempat untuk kepentingan tanggap darurat itu berupa mie instan dan beras.

“Secara detail kami terus mendata kerugian yang dialami warga untuk kami ajukan bantuan sesuai dengan aturan, terutama yang rumahnya rusak parah,” katanya.

ant/isw

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…