Minggu, 30 Mei 2010 11:41 WIB Solo Share :

Selter BST dinilai kurang memadai

Solo (Espos)–Pembangunan selter Batik Solo Trans (BST) diharapkan memperhatikan aksesibilitas bagi difabel. Meski selter BST telah menyiapkan akses untuk difabel, namun akses itu dinilai masih kurang tepat.

Selain itu, selter BST dinilai kurang memadai karena terlalu sempit. Sekretaris Komisi III DPRD Solo Umar Hasyim mengatakan, beberapa waktu yang lalu dirinya bertemu dengan sejumlah perwakilan difabel yang mengomplain mengenai akses di selter BST.

“Memang Pemkot sudah mengakomodasi dengan memberikan fasilitas bagi difabel di selter BST, namun mereka (difabel-red) komplain kalau akses itu terlalu curam, jadi bisa membahayakan,” kata Umar melalui sambungan telepon, Minggu (30/5).

Dalam pertemuan itu, kata dia, para difabel meminta akses itu dapat diubah. Sebab, lanjut dia, jika terlalu curam saat naik menuju selter terlalu susah dan saat turun dari selter juga berbahaya karena cukup curam.

Umar mengingatkan, aksesibilitas bagi difabel di selter BST harus diperhatikan agar difabel juga bisa memanfaatkan BST. “Kalau naik selter terlalu susah karena curam. Ini tetap harus diperhatikan,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, sudah ada Perda yang mengatur mengenai aksesibilitas bagi difabel. Sehingga, lanjut dia, untuk fasilitas umum, Pemkot harus menyediakan akses bagi difabel.

Dia mengungkapkan, perbaikan fasilitas bagi difabel di selter BST masih memungkinkan. “Kalau mereka merasa terlalu curam, bisa saja diperbaiki. Saya pikir masih memungkinkan untuk pembenahan itu. Apalagi ada payung hukumnya agar ada akses bagi difabel. Kalau memang sudah diberi akses, maka akses itu juga harus sesuai kebutuhan difabel agar benar-benar bisa dimanfaatkan,” tegas politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus memantau proses pembangunan selter bus itu. Sebab, lanjut dia, secara umum selter tersebut kurang memadai karena terlalu sempit ruangannya. Namun, lanjut dia, mengenai luasan selter itu pihaknya akan memantau hingga pelaksanaan pengoperasian bus itu karena itu juga terkait dengan animo masyarakat menumpang bus itu.

Jika animo masyarakat tinggi, kata dia, selter yang tidak terlalu luas itu tidak mampu menampung masyarakat yang hendak naik bus itu. “Nanti kami lihat lagi perkembangannya seperti apa akan terus kami pantau agar nanti saat pelaksanaannya tidak ada masalah. Memang kurang memadai karena terlalu sempit, ini terkait dengan animo masyarakat,” kata Umar.

dni

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…