Minggu, 30 Mei 2010 23:18 WIB Solo Share :

Pencopotan KA UPTD Tirtonadi, Sardjono sesalkan tak ada klarifikasi..

Solo (Espos)–Mantan Kepala UPTD Terminal Tirtonadi Solo, Sardjono, mengaku menyesalkan proses pencopotan dirinya yang dikaitkan dengan kasus penyitaan dagangan milik pedagang terminal. Pasalnya ia mengaku sama sekali tidak diklarifikasi atau diminta keterangan, dalam kasus tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Sardjono kepada Espos, Minggu (30/5). “Legawa iya. Cuma saya gela (kecewa-red), tidak ditimbali (dipanggil-red) dulu. Padahal saya masih bisa bicara, masih bisa jelaskan,” ujarnya.

Menurut dia, berdasar PP No 30/1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), semestinya ada mekanisme yang harus berjalan sebelum pencopotan. Seperti tahap teguran lisan, teguran tertulis hingga akhirnya sanksi pencopotan dari jabatan.

Mengenai langkah penyitaan dagangan di kios terminal, Sardjono mengaku telah memberikan peringatan kepada pemilik warung. Namun lantaran tidak digubris pemilik warung, akhirnya tim UPTD terminal melakukan penyitaan dagangan berupa buah-buahan.
Pada bagian lain, sejumlah pengguna jasa Terminal Tirtonadi, juga menyesalkan pencopotan Sardjono yang dinilai berhasil dalam penataan lingkungan terminal.

Seperti disampaikan FX Diananto, 38, dan Kuntarto, 40, berturut-turut asal Astana Utara XIII serta Nayu Barat, Banjarsari. Menurut mereka lingkungan terminal menjadi bersih dan layak selama kepemimpinan Sardjono.

Sementara jajaran staf UPTD Terminal Tirtonadi mengaku kaget dengan pencopotan pimpinan mereka. “Kami kaget dengan pencopotan ini. Tapi kami tetap akan loyal dan mendukung sepenuhnya pimpinan baru,” ungkap Purwani, Kasubag Tata Usaha (TU) UPTD Terminal Tirtonadi.

kur

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…