Minggu, 30 Mei 2010 19:33 WIB News Share :

Masa pengabdian Ketua KPK harus empat tahun

Jakarta– Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menghendaki agar masa pengabdian Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru seharusnya untuk empat tahun.

“Saya lebih cenderung untuk setuju bila masa tugas Ketua KPK yang baru terpilih nanti untuk empat tahun sehingga bisa lebih efektif,” kata Danang di Jakarta, Minggu.

Sebagaimana diketahui, jabatan pimpinan KPK pada periode ini adalah dari tahun 2008-2011. Namun, karena Antasari Azhar tidak lagi menjabat sebagai Ketua KPK, maka pemerintah memutuskan untuk membuat panitia seleksi (Pansel) guna menjaring calon pengganti Antasari.

Namun, terjadi kontroversi karena Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengemukakan, calon Ketua KPK baru akan menjabat selama empat tahun.

Hal ini berarti bahwa Ketua KPK baru tidak hanya akan menjabat hingga tahun 2011, tetapi juga untuk periode selanjutnya atau 2011-2014.

Sedangkan Ketua Komisi III DPR Benny K Harman dalam sejumlah kesempatan mengatakan bahwa Ketua KPK yang baru hanya akan terpilih untuk satu tahun ke depan.

Karenanya, Danang menghendaki agar Pansel KPK dengan tegas menyebutkan mengenai berbagai kriteria termasuk berapa tahun pimpinan KPK yang baru akan menjabat setelah terpilih.

“Publik jangan sampai dibuat bingung,” kata Koordinator ICW.

Selain itu, ujar dia, akan sangat membingungkan dan terkesan menghabiskan uang negara bila Pansel KPK hanya memilih pimpinan yang hanya menjabat satu tahun.

Ia juga menghendaki agar Pansel KPK benar-benar serius dan transparan dalam memilih sehingga tidak ada pihak lainnya yang bisa “bermain-main” dalam seleksi itu.

Menurut Danang, sejumlah orang yang seharusnya mendaftar antara lain anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Mas Achmad Santosa.

ant/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…