Minggu, 30 Mei 2010 15:42 WIB Boyolali Share :

Diduga terpeleset, Jiyem tewas kecemplung sumur

Boyolali (Espos)–Nasib tragis menimpa Jiyem, 75, warga Dukuh Ngrandu RT 09/II, Desa Temon, Kecamatan Simo. Nenek yang tinggal sendirian di rumahnya tersebut ditemukan tewas mengapung di dalam sumur miliknya, Minggu (30/5).

Informasi yang dihimpun Espos, menyebutkan peristiwa naas itu diduga terjadi Sabtu (29/5). Saat itu sekitar pukul 11.00 WIB, anaknya Katri, 50, mengirim makanan ke rumah Jiyem. Namun, saat berada di rumah, Katri mencari ibunya di berbagai tempat, namun tidak berhasil menemukan ibunya tersebut. Katri kemudian memilih pulang.

Selang sehari kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, Katri kembali mengirim makanan ke ibunya. Kemudian, Katri bermaksud menimba air di sumur yang memiliki kedalaman sekitar 17 meter tersebut. Saat melihat ke dalam sumur, Katri melihat ada mayat yang sudah mengambang dan mengeluarkan bau tak sedap.

Katri kemudian meminta tolong warga sekitar untuk mengevakuasi mayat. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Muspika Simo. Petugas dari Polsek Simo dibantu tim medis dari Puskesmas kemudian ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Setelah berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.15 WIB ternyata mayat tersebut adalah Jiyem.

Dikonfirmasi, Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Simo AKP Dwi Priyatna membenarkan adanya peristiwa tersebut.

fid

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…