Minggu, 30 Mei 2010 14:22 WIB Solo Share :

Car Free Day akan dievaluasi tiap bulan

Solo (Espos)–Program Solo Car Free Day akhirnya secara resmi diluncurkan, Minggu (30/5). Program yang ditujukan untuk menekan emisi gas buang itu rencananya akan dievaluasi tiap bulan.

Sebagai program baru, Wakil Walikota (Wawali) Solo, FX Hadi Rudyatmo mengakui banyak kendala yang berpotensi muncul sepanjang pelaksanaan Solo Car Free Day. Untuk itu, evaluasi per bulan dinilainya harus dilakukan, agar program itu terus berjalan.

“Satu bulan dievaluasi. Dua bulan dievaluasi. Mungkin di sudut ini aman, tapi di sudut lain ada keluhan. Terus kita evaluasi, dengan harapan mampu menwujudkan penurunan emisi 6% pada tahun 2014,” kata Rudy, panggilan akrabnya, saat ditemui wartawan, di sela-sela peluncuran Solo Car Free Day di Jl Slamet Riyadi, kawasan Purwosari, Minggu (30/5).

Menurut Rudy, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membuka diri atas adanya ide dan kritik dari masyarakat. Termasuk, mengenai adanya wacana menambah kawasan car free day di lokasi lain. Namun demikian, Rudy menambahkan, sejauh ini Pemkot akan lebih fokus terhadap pelaksanaan Solo Car Free Day di Jl Slamet Riyadi. Sebab, menurut dia, boleh jadi car free day berjalan mulus di Jl Slamet Riyadi tapi imbasnya membuat kawasan Stasion Manahan yang biasanya ramai didatangi masyarakat pada hari Minggu menjadi sepi.

tsa

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…