Minggu, 30 Mei 2010 18:27 WIB Pendidikan Share :

Sekolah kurang fokus garap ektrakulikuler drumband

Solo (Espos)--Pendidikan ekstrakulikuler seperti halnya drumband dinilai mampu mendukung siswa, kegiatan itu signifikan mampu meningkatkan kemampuan siswa dibidang akademik. Namun belakangan ini, fokus sekolah untuk mengembangkannya cenderung menurun.

Kecenderungan tersebut tampak kurang lebih dua tahun ini, pada penyelenggaraan lomba drumband atau kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan secara internal ataupun pihak lain meminatnya cenderung berkurang. Hal tersebut diungkapkan Pimpinan Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari Solo, Putu Sukiada.

Dia mengatakan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kota Solo, tetapi beberapa kota lain seperti Semarang dan Yogyakarta yang seringkali menggelar ajang lomba drumband mengalami hal yang tidak berbeda.

“Kami telah menyelenggarakan lomba drumband kurang lebih selama 20-an tahun, belakangan ini sekolah kurang fokus terhadap drumband,” jelas dia ketika dijumpai Espos di ruang kerjanya, Sabtu (29/5).

Dia mengatakan, kondisi tersebut terjadi lantaran sekolah khususnya tingkat TK cenderung memaksimalkan kompetensi siswa dibidang akademik seperti membaca, menulis dan berhitung sementara beberapa kegiatan ektrakulikuler yang membutuhkan kekompakan dan kedisiplinan justru cenderung berkurang.

das

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…