Sabtu, 29 Mei 2010 15:52 WIB News Share :

Ratusan umat Buddha bersihkan Sungai Kaliurang

Sleman– Ratusan umat Buddha dari Buddha Dharma Indonesia, Sabtu mengikuti bakti sosial dengan menanam 1.000 bibit pohon dan membersihkan sungai di kawasan wisata Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ini merupakan perwujudan Hari Balas Budi menyambut Hari Raya Waisak 2010,” kata Humas Peringatan Waisak 2010 Danang Soerjono.

Menurut dia, selain menanam 1.000 bibit pohon buah dan tanaman hias dalam bakti sosial ini juga dilakukan pengecatan balai desa Kaliurang dan SD Negeri Kaliurang.

“Ada 1.000 bibit buah jambu mete dan jambu biji serta tanaman hias bunga puring yang kami tanam, kami mengharapkan apa yang kami lakukan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sekitar 800 umat Buddha Dharma Indonesia (BDI) yang datang dari 23 provinsi di Indonesia bekerjasama dengan “Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK).

“GPSK adalah organisasi nonprofit yang pendiriannya diprakarsai Ketua Umum BDI Ibu Pandita Utama Aiko Senosoenoto bersama tokoh lainnya seperti Sarwono Kusumaatmaja yang memfokuskan programnya pada kepedulian terhadap lingkungan, pendidikan, pembangunan masyarakat pedesaan dan penanganan bencana alam,” katanya.

Danang mengatakan, Hari Balas Budi dalam rangka peringatan Waisak tersebut dimaksudkan untuk membalas budi kepada pemerintah dan masyarakat atas apa yang telah diberikan selama ini.

“Indonesia beruntung tidak seperti beberapa negara lain yang telah lama terlibat dalam peperangan, tapi di Indonesia kita hidup cukup tenang, aman dan tenteram sehingga kita perlu balas budi pada negara, karena kita leluasa berkarya dan mengejar cita-cita di sini,” katanya.

Ia mengatakan, sedangkan Yayasan Pandita Sabha Buddha Darma Indonesia yang sering disebut BDI adalah wadah pembinaan umat Buddha Nichiren Syosyu di Indonesia.

“BDI di bawah kepemimpinan Aiko Senosoenoto menjadi organisasi yang dinamis, modern dan menjadi gudangnya anak muda penganut Buddha di Indonesia, berbagai macam program dibuat untuk meningkatkan keimanan umat agar peningkatan kualitas sebagai warga kian nyata,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Hargobinganun, Pakem Beja mengatakan kegiatan tersebut sangat mendukung upata masyarakat sekitar yang ingin menjadikan sepanjang jalan di objek wisata Kaliurang menjadi tempat wisata buah.

“Masyarakat sekitar sejak beberapa waktu lalu memang menginginkan sepanjang jalan di Kaliurang ditanami pohon buah dan wisatawan dapat secara gratis memetik buiah yang ada di tepi jalan,” katanya.

ant/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…