Sabtu, 29 Mei 2010 15:22 WIB Internasional Share :

Kecelakaan KA di India, 90 Jenazah ditemukan

New Delhi–Korban jiwa akibat kecelakaan kereta api (KA) di India pada Jumat, 28 Mei kemarin terus bertambah. Para petugas penyelamat terus menemukan jasad-jasad penumpang yang terjepit di dalam gerbong-gerbong yang ringsek.

“Sejauh ini 90 jasad telah ditemukan,” kata Inspektur Jenderal Kepolisian West Bengal Surajit Kar Purakayastha kepada kantor berita AFP, Sabtu (29/5).

Namun diperkirakan angka itu akan bertambah hingga melampaui 150 korban jiwa. Sebab saat ini operasi pencarian korban di dua gerbong masih belum selesai. Menurut Menteri Pertahanan sipil West Bengal, Srikumar Mukherjee, sebanyak 70 penumpang masih belum diketahui nasibnya.

Kecelakaan itu diduga sebagai akibat sabotase yang dilakukan gerilyawan Maoist. Musibah itu terjadi ketika KA berkecepatan tinggi tujuan Mumbai tergelincir keluar rel di West Bengal dan kemudian menabrak kereta barang yang datang dari arah berlawanan.

Kepolisian setempat menyampaikan bukti bahwa ada bagian rel yang telah dipindahkan secara manual. Menurut kepolisian setempat, kecurigaan bahwa gerilyawan Maoist terlibat, diperkuat oleh fakta bahwa beberapa selebaran Maoist ditemukan di lokasi kejadian.

“Kemungkinan itu mereka (Maoist). Tak ada yang lain di daerah itu. Tapi kami masih menyelidiki,” kata Menteri Dalam Negeri India G.K. Pillai.

Insiden maut itu terjadi pada Jumat, 28 Mei sekitar pukul 01.30 waktu setempat di West Midnapore, salah satu wilayah yang menjadi kubu Maoist, sekitar 135 kilometer sebelah barat Kolkata.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…