Sabtu, 29 Mei 2010 15:03 WIB Ekonomi Share :

FPDIP tolak pembatasan premium untuk motor

Jakarta–Fraksi PDI Perjuangan menolak rencana pembatasan pemakaian premium untuk sepeda motor. Sebab, alokasi konsumsi BBM bersubsidi yang ditetapkan dalam APBN/APBN-P sudah diperhitungkan, yakni total sekitar 36 juta kiloliter.

“Pembatasan BBM premium untuk motor sangat tidak relevan,” kata Ketua FPDIP, Tjahjo Kumolo, Sabtu (29/5).

Lagipula, lanjut Tjahjo, target lifting minyak bumi juga tetap pada jumlah 965 ribu barel per hari dengn margin dan alpha ICP yag tidak ada perubahan signifikan. “Padahal jika BBM premium untuk motor dibatasi maka unsur lain-lain juga akan terpengaruh,” kata dia.

Tjahjo mengatakan, memang ada prediksi jumlah motor akan bertambah terus sepanjang tahun, yang berarti jumlah konsumsinya akan semakin besar. “Tapi seberapa signifikan dari pertambahan motor itu kepada unsur-unsur lain,” kata dia.

Ia mengutarakan, pemerintah sudah sejak dulu diminta agar melakukan audit manajerial dan audit legal terhadap jumlah pemakai real BBM bersubsidi. Ini dilakukan agar tidak ada dari alokasi jumlah kilo liter BBM bersubsidi itu yang jatuh kepada yang tak berhak.

“Pastikan dulu secara akurat, valid, presisi jumlah pengguna yang layak disubsidi dengan audit manajerial dan audit legal secara lintas sektor dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, lalu jumlah itu dikonsolidasikan lagi dengan penghematan dari hasil konversi diversifikasi migas dan gasifikasi,” kata dia.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…