Sabtu, 29 Mei 2010 17:26 WIB News Share :

Duet Ical-Anas di 2014 tak mungkin terjadi

Jakarta–Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mengaku Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum sempat menemuinya sebelum pemilihan. Anas menemui Ical untuk maju ke PD 1. Setelah Anas terpilih, muncul dugaan keduanya akan berkoalisi di 2014. Mungkinkah?

“Kecil kemungkinan. Itu terlalu spekulatif, masih banyak yang bisa terjadi ke depannya,” kata pengamat Politik UGM, Arie Sudjito, Sabtu (29/5).

Arie mengungkapkan sejumlah alasan. Salah satunya yakni basis jaringan yang berbeda. Anas memiliki basis HMI, sedang Ical kalangan pengusaha.

“Lagipula di Golkar masih ada figur Akbar Tandjung dan di Demokrat ada SBY. Kedua tokoh ini berpengaruh kuat di partainya,” terangnya.

Dia menegaskan, dalam perjalanan menuju 2014, masih banyak konfigurasi politik dan manuver yang terjadi. Kultur keduanya yang berbeda, Ical dari luar Jawa dan Anas dari Jawa sangat berpengaruh.

“Jadi peluang bersatunya Ical-Anas agak berat. Soal sowan, tidak selamanya investasi politik kemudian menjadi menghasilkan suatu kesepakatan,” tutupnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…