Jumat, 28 Mei 2010 07:04 WIB Boyolali Share :

Warga Selo ikuti apel siaga kebakaran Merbabu

Boyolali (Espos)–Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng musim kemarau 2010 akan berlangsung dari Mei hingga Oktober mendatang. Sedang, puncak kemarau akan berlangsung dari Juni hingga Agustus.

“Daerah yang mengalami kemarau awal yakni di Pati, Rembang dan Grobogan. Sedang, Boyolali, Magelang dan Kabupaten Semarang yang secara administratif terdapat Gunung Merbabu musim kemarau akan berlangsung mulai Mei,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) Ir Dulhadi kepada wartawan seusai Apel siaga kebakaran Merbabu di Balaidesa Tarubatang, Selo, Kamis (27/5).

Dijelaskannya, dengan kondisi tersebut, pihaknya melakukan apel siaga dengan harapan kebakaran Gunung Merbabu bisa diantisipasi sejak dini.

Menurut Dulhadi, pada tahun 2006 lalu kebakaran hutan Merbabu mencapai 430 hektare (Ha) yang mengakibatkan kawasan hutan menjadi gundul dan beberapa sumber mata air mengalami penurunan bahkan mati.

“Sedang tahun 2007 lalu telah terjadi kebakaran hutan seluas 10 Ha, tahun 2008 12,7 ha dan tahun 2009 tidak terjadi kebakaran hutan,” tandas dia.

Diakuinya, selama ini pelibatan masyarakat secara aktif dalam kegiata pencegahan, pengendalian dan pemadaman kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Merbabu ini masih sangat terbatas. Padahal, tandasnya, pelibatan ini merupakan sarana efektif meningkatkan kesadaran dan rasa memiliki taman nasional.

“Dengan adanya apel siaga ini merupakan salah satu bagian dari upaya pelibatan kepada masyarakat,” paparnya.

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…