Jumat, 28 Mei 2010 11:37 WIB Ekonomi Share :

Pembatasan subsidi BBM, diprediksi tak pengaruhi penjualan motor

Solo (Espos)–Rencana pemerintah mencabut jatah subsidi bagi sepeda motor diprediksi tidak akan berpengaruh signifikan terhadap penjualan unit motor.

Hal ini disampaikan sejumlah diler sepeda motor, kendati kalangan otomotif pun meminta kepada pemerintah meninjau ulang rencana kebijakan tersebut, karena bisa memberatkan masyarakat.

Sales Manager Area Solo-Semarang Pratama Mulia Kasih Solo, Suharto, mengatakan sepeda motor adalah sarana transportasi bagi kalangan menengah ke bawah yang masih memiliki daya beli rendah. Pemerintah, semestinya tidak hanya mengejar penurunan subsidi, tapi mengadakan subsidi silang bagaimana agar kalangan menengah ke bawah pemilik sepeda motor tetap mendapatkan subsidi.

“Di samping itu, sampai saat ini sarana transportasi umum juga belum memadai. Jadi, jika BBM subsidi dicabut masyarakat tidak memiliki alternatif sarana transportasi yang nyaman dan murah,” papar Suharto, kepada Espos, Kamis (27/5).

Dampaknya terhadap penjualan, Suharto mengatakan, bahwa jika harga BBM mahal, maka prediksinya orang akan berfikir dua kali saat akan membeli motor. “Tetapi, untuk penjualan unit motor Honda, kami optimis pasar tetap tumbuh di tahun ini. Jika perlu, setiap penjualan unit disertai dengan tips hemat bahan bakar atau tips memilih kendaraan yang irit.”

Senada disampaikan General Manager PT Indosolo Motor Gemilang, Roy Njotodirjo. Pimpinan diler utama motor Suzuki ini menyampaikan kebijakan membatasi subsidi bagi sepeda motor sangat kurang tepat.

“Karena pasar motor adalah kalangan menengah ke bawah. Justru mobillah yang semestinya diatur subsidinya karena pasar mobil adalah kalangan menengah ke atas,” tutur Roy.

Terkait dampak Roy menuturkan kebijakan tersebut diprediksi tidak akan menurunkan pasar atau penjualan unit motor. Karena kebutuhan motor masih tinggi. “Kami optimis penjualan akan tetap mengalami pertumbuhan. Di Suzuki, untuk pasar Soloraya pun optimis pertumbuhan penjualan unit motor 40% bisa tercapai.”

haw?

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…