Jumat, 28 Mei 2010 19:09 WIB Negara Share :

Slowakia, potensi kejutan sang debutan

Gagal terkualifikasi di gelaran Euro 2008 tak berarti membuat kekuatan Timnas Slowakia mengalami penurunan. Justru sebaliknya, Slowakia mampu mengangkat penampilan di sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2010.

Berkat kepiawaian Vladimir Weiss meracik strategi, tiket otomatis ke putaran final Afrika Selatan 2010 pun berada dalam genggaman Slowakia. Sebuah pencapaian yang tak pernah diduga pasukan Repre, julukan Slowakia.

Tak tanggung-tanggung, Slowakia meretas jalan ke Afrika Selatan dengan status juara Grup 3 kualifikasi Zona Eropa. Mereka mengungguli tim tangguh seperti Republik Cheska, Slovenia, Irlandia Utara dan Polandia. Catatan gol mereka juga cukup impresif selama kualifikasi, mencetak 22 gol dan hanya kebobolan 10 gol.

Penampilan Stanislav Sestak dkk pada Juni-Juli 2010, menjadi debut Slowakia sebagai negara independen di Piala Dunia. Sebelum meraih kemerdekaan dan memiliki asosiasi sepak bola yang mewakili negara mereka sendiri pada tahun 1993, Slowakia pernah tampil di Piala Dunia masing-masing mewakili nama Republik Slovak dan Czechoslovakia.

Partai resmi Slowakia setelah mendapatkan kemerdekaan ditandai dengan kemenangan 1-0 atas Uni Emirat Arab di Dubai pada 2 Februari 1994. Namun Slowakia menelan kekalahan kandang 1-4 dari Kroasia pada penampilan pertama sebagai negara idependen di Bratislava, 20 April 1994.

Mereka menelan kekalahan terbesar sejak merdeka ketika digulung Argentina 0-6 di Mendoza pada 22 Juni 1995. Sementara kemenangan terbesar mereka terjadi ketika menang 7-0 masing-masing atas Liechtenstein pada tahun 2004 dan San Marino di tahun 2007.

Di bawah kepemimpinan pelatih Vladimir Weiss, Slowakia berpotensi menjadi tim kejutan di Grup F yang dihuni juara dunia Italia, Selandia Baru dan Paraguay. Namun tersiar kabar tak sedap mengenai keputusan Weiss memasukkan nama putranya bernama sama, Vladimir Weiss ke dalam skuat Slowakia.

Weiss senior dikhawatirkan mengistimewakan sang putra yang bermain sebagai winger. Namun Weiss dengan hati-hati menangkal adanya perlakuan istimewa itu. “Saya memperkirakan sejumlah orang berkata dia (Weiss junior) akan menerima perlakuan khusus, namun sekarang itu hanya isu. Jelas semua orang bisa melihat bahwa dia memang pantas (berada di Timnas),” ujar Weiss.

Selama kualifikasi, Weiss junior memang tampil impresif membantu membangun serangan Slowakia bersama Stanislav Sestak dan Marek Hamsik. Ketiga pemain tersebut memiliki peran penting bagi tim nasional sebagai kreator serangan. Mereka menghidupkan permainan Slowakia dan menyervis Robert Vittek yang ditempatkan sebagai striker tunggal.

anh/Rtr

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…