Jumat, 28 Mei 2010 17:05 WIB Negara Share :

Selandia Baru, peluang dongkrak popularitas

Setelah menunggu selama 28 tahun, impian Timnas Selandia Baru kembali tampil diputaran final Piala Dunia akhirnya terwujud. Kemenangan 1-0 atas Bahrain di kualifikasi, 14 November 2009, memastikan langkah skuat All Whites, julukan Selandia Baru, menuju Afrika Selatan 2010.

Kesuksesan ini tak terlepas dari faktor kepindahan Australia dari Oceania Football Confederation (OFC). Australia bergabung dengan Asian Football Confederation (AFC) dan bersaing di Zona Asia pada kualifikasi Piala Dunia 2010, meninggalkan Selandia Baru menjadi unggulan utama di Zona Oceania.
Kondisi ini jelas menjadi berkah tersendiri bagi pasukan Ricki Herbert. Jelas saja, karena selama ini Australia menjadi rival utama mereka bersaing di Zona Oceania. Bagi skuat All Whites, pencapaian ini jelas luar biasa di tengah stagnansi kompetisi sepak bola domestik.

Tak berkembangnya kompetisi sepak bola domestik membuat sebagian besar pesepakbola negeri ini merumput di liga-liga Eropa, Amerika Serikat dan Australia. Maklum, sepak bola di Negeri Kiwi ini memang kalah populer dengan olahraga semacam rugby maupun kriket.

Namun seiring dengan kesuksesan pasukan Putih tampil di Afrika Selatan, popularitas olahraga mengolah si kulit bundar di Selandia Baru, meroket. “Saya pikir, jika Anda berada di sana (sejak pertandingan melawan Bahrain), (sepak bola) bukan lagi berada di urutan ketiga atau empat (dari sisi popularitas). Mungkin saja sekarang berada di peringkat satu,” ujar pelatih All Whites, Ricki Herbert.

“Anda bisa memberikan penghargaan kepada para pemain atas apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka lakukan bagi negara, membawa sepak bola kembali ke tempat yang seharusnya berada,” imbuh Herbert yang bermain sebagai bek sentral dalam skuat Selandia Baru di Piala Dunia 1982.

Namun jalan terjal telah menanti Chris Killen dkk di penyisihan grup Piala Dunia 2010. Juara dunia, Italia, Slowakia dan Paraguay bakal menjadi lawan berat yang harus mereka hadapi di Grup F. Meski menyadari tugas berat telah menanti mereka, pasukan All Whites menjanjikan kejutan di turnamen ini.
“Realitas terburuk di Piala Dunia adalah Anda bisa kalah 0-5 di setiap pertandingan. Namun perbedaannya dengan tim ini adalah kami akan secara tak terduga tampil kompetitif. Kami bisa kalah, namun kami akan setengah mati berusaha mendapatkan kemenangan,” ujar kapten tim, Ryan Nelsen.

anh/Rtr

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…