Jumat, 28 Mei 2010 20:41 WIB Solo Share :

Salah paham, kru bus baku hantam

Solo--Sejumlah kru bus terlibat baku hantam di Terminal Tirtonadi Solo, Jumat (28/5). Aksi itu dipicu oleh kesalahpahamam antarkernet. Beruntung, kedua belah pihak yang bersitegang akhirnya sepakat menyatakan damai dan berjanji tak akan mengulangi lagi kejadian tersebut. Sopir bus AC Mira, Edi Sutikno menungkapkan, pihaknya tak tahu menahu ketika sejumlah penumpang naik ke busnya di pintu masuk terminal.

Kondisi tersebut, seketika memancing emosi belasan kernet dan sopir bus Sedya Utama lantaran dianggap main serobot penumpang. “Tanpa saya tahu, ternyata kernet saya di luar sudah dikeroyok beramai-ramai. Saya juga nyaris dikeroyok, tapi nggak jadi,” paparnya.

Menurut Edi, pihaknya sengaja menghentikan bus di tempat itu sejenak lantaran ingin bertanya kepada petugas setempat soal tempat parkir bagi bus yang menurunkan penumpang sekaligus membayar retribusi.
Namun, tanpa dia duga ternyata banyak penumpang yang naik ke bus yang memiliki layanan AC dengan tarif biasa tersebut. “Saya kan memang tak tahu, makanya tanya petugas. Nggak tahunya, malah dimasuki penumpang. Nah, di situ kernet saya dipukuli beramai-ramai,” paparnya.

Penegakan aturan

Sopir bus dari Sedya Utama, Bambang mengungkapkan, aturan mengenai menaikkan dan menurunkan penumpang sebenarnya sudah lama ada. Namun, dalam perjalanannya tak bisa berjalan. “Nah, kini kan ditegakkan lagi aturan itu. Makanya, banyak yang belum tahu,” paparnya.

Ditanya soal aksi pengeroyokan, Bambang menyatakan bahwa itu aksi spontanitas tanpa ada tendensi apa-apa lantaran emosi. Dia juga meminta agar pengelola Terminal Tirtonadi menegakkan aturan dan dilarang menarik Pungli kepada sopir atau kernet bus yang nakal.

“Kuncinya, petugas terminal harus tegas. Kalau nggak boleh menaikkan penumpang di sembarang tempat, ya harus dilarang. Kalau aturan itu ditegakkan, ya tentu tak akan terjadi kekacauan seperti ini,” paparnya.

Karena kasus itu, Tri Harjono, 54, warga Lor Pasar RT 1/RW VII, Sidoarjo, Polanharjo, Klaten, sempat diamankan oleh petugas keamanan Terminal Tirtonadi, Jumat (28/5) karena diduga menjadi pelaku penganiayaan kodektur bus <I>Mira<I>, yakni Sujianto, 41, warga Blebek RT 4/RW II, Kendap, Kediri, Jatim.
Sampai pukul 11.30 WIB, kedua pihak yang berseteru itu masih diproses oleh petugas keamanan Terminal Tirtonadi. Selain pelaku dan korban, tampak juga beberapa pengurus bus yang mendampingi jalannya pemeriksaan.

Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Tirtonadi, Arif Muttaqin masih akan mempelajari persoalan tersebut. Pasalnya, dirinya baru saja menjabat kepala terminal di mana belum dilakukan serah terima jabatan. “Prinsipnya, kami akan mengedepankan musyawarah dan kekeluargaan untuk dicari solusinya. Dan kami minta, masing-maing pengunjung bisa menahan diri,” paparnya.
asa

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…