Jumat, 28 Mei 2010 18:13 WIB Issue Share :

Nonton JiFFest sekalian cari inspirasi

Kemeriahan Jakarta International Film Festival (JiFFest) Travelling 2010 sudah terasa di bagian luar Gedung Kesenian Solo (GKS), Jumat (28/5) sore. Spanduk JiFFest dipasang di pelataran bekas gedung bioskop Solo Theatre itu. Karpet merah dibentangkan pada emperan gedung hingga pintu masuk ruang studio.

Satu di antara seratusan pengunjung JiFFest Travelling 2010, Inayasa, 22, mengaku girang ketika melangkahkan kaki di karpet merah yang membentang sepanjang kurang lebih 25 meter ini. Begitu memasuki  studio, ia semakin tak sabar untuk menyaksikan film-film yang bakal diputar. “Saya sudah nunggu-nunggu acara ini,” bisik Inayasa kepada Espos semenit sebelum film pendek Positive + diputar.

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta lantas memelototi film garapan Astu Prasidya dan Utawa Tresno yang dibintangi aktris Risti Tagor tersebut. Beberapa kali, Inayasa ikut mengomentari adegan-adegan pada film itu bersama rekan yang duduk di sampingnya. Meski terlihat enjoy, Inayasa dan beberapa penonton lain yang duduk di barisan depan sedikit terganggu dengan suasana gedung yang panas.

“Sayangnya, udara di sini panas sekali. Untung filmnya bikin kita betah,” celetuk Inayasa sembari mengibaskan tiket JiFFest Travelling.

Ruang studio yang pernah mangkrak selama 10 tahun tersebut sampai sekarang memang belum dilengkapi alat pendingin udara atau air conditioner (AC). Panitia hanya mengandalkan kipas angin listrik yang ditaruh di bagian belakang penonton. Tapi keadaan itu tak membuat Inayasa patah arang untuk mengikuti film-film tersebut sampai selesai.

Film-film independen yang diputar pada JiFFest Travelling tak hanya untuk dinikmati saja. Beberapa penonton, mengaku datang ke acara itu untuk mencari inspirasi tentang film bermutu.
“Film-film ini bisa untuk referensi ketika akan membuat film,” papar Naning, 22, yang mengaku pernah membuat sebuah film dokumenter.

Project Officer JiFFest Travelling, Rizki Lazuardi mengatakan, JiFFest Travelling sengaja digelar untuk memberikan tontonan alternatif bagi penggila film di berbagai daerah. Kegiatan ini juga untuk mendorong produksi film-film lokal.


Jadwal JiFFest Traveling 2010

Sabtu (29/5)
Pukul 9.30 WIB    : Diskusi film dokumenter di Balai Tawangarum Balaikota Solo
Pukul 12.30 WIB    : Three Monkeys
Pukul 15.30 WIB    : Days of Glory
Pukul 19.00 WIB    : The Fall

Minggu (30/5)
Pukul 11.00 WIB    : Takva
Pukul 13.00 WIB    : The Act Change (Sarung Petarung, Mengapa Harus Diam, Yang Baik Ko Kalah, Mereka Kuatkan Aku, dan Love Than Leave)
Pukul 15.00 WIB    : Babi Buta yang Ingin Terbang
Pukul 16.30 WIB    : cin(T)a
Pukul 19.00 WIB    : The 10 Condittions of Love dan film-film lokal.

Sumber: Matakaca.

hkt

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…