Jumat, 28 Mei 2010 16:18 WIB Boyolali Share :

Jelang tahun ajaran baru, permintaan kredit di pegadaian diprediksi naik

Boyolali (Espos)–Permintaan kredit atau dana pinjaman di Perum Pegadaian Cabang Boyolali Kota, diprediksi bakal meningkat hingga 20 persen menjelang tahun ajaran baru pada bulan Juni-Juli 2010 mendatang. Hal itu didorong tingginya kebutuhan masyarakat Kota Susu akan dana segar untuk biaya masuk sekolah anak-anak mereka.

Demikian dikemukakan Pimpinan Perum Pegadaian Cabang Boyolali Kota, Fendy Andri Windarto.

“Menjelang tahun ajaran baru, masyarakat akan membutuhkan dana cepat untuk membiayai anak-anaknya masuk sekolah. Rata-rata mereka akan menggadaikan perhiasannya, khususnya emas, untuk bisa mendapatkan dana tersebut dengan cepat,” ujar Fendy ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (27/5).

“Untuk wilayah Kabupaten Boyolali, ada lima unit kantor cabang Perum Pegadaian dan satu kantor induk. Enam kantor tersebut pada tahun ini menyediakan dana kredit yang nilai totalnya mencapai Rp 53 miliar. Sementara dana kredit di Kantor Induk Boyolali tersedia Rp 26 miliar,” terangnya.

Sementara permintaan masyarakat akan dana segar yang diprediksi meningkat menjelang Lebaran dan Tahun Baru 2011 mendatang, diyakini Fendy juga akan mendorong percepatan penyaluran dana kredit dari Pegadaian.

“Menjelang Lebaran dan Tahun Baru 2011 nanti kami juga memprediksikan akan terjadi peningkatan permintaan kredit karena masyarakat rata-rata membutuhkan dana segar untuk kebutuhan menjelang perayaan hari-hari besar tersebut. Dan Pegadaian, biasanya menjadi salah satu pilihan untuk bisa memperoleh dana tersebut,” tuturnya.

Menurut Fendy, saat ini mayoritas masyarakat cenderung lebih memilih untuk menggadaikan barang berupa perhiasan, karena dianggap lebih mudah dan mempunyai nilai cukup tinggi. “Nilainya juga lebih stabil,” pungkasnya.

sry?

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…