Jumat, 28 Mei 2010 20:30 WIB Hukum Share :

Jambret nekad beraksi di tengah pasar

Solo--Bagi ibu-ibu harap berhati-hati jika ingin pergi, lebih baik tidak mengenakan perhiasan yang mengundang perhatian apalagi orang jahat. Sebab aksi kawanan penjambret sekarang semakin nekad  seperti yang baru-baru ini terjadi. Meski di tengah kerumuman pasar, mereka berani melancarkan aksi jambretnya kepada salah seorang pembeli.

Tragisnya, korban penjambretan adalah seorang perempuan tua, Mbah Yekti, 60, di Pasar Kleco Karangasem Laweyan Solo, Jumat (28/5). Peristiwa terjadi pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Mbah Yekti yang juga Ketua RT 04/ RW IV tersebut tengah berbelanja bersama salah satu puterinya yang tengah hamil tua.

Ketika di samping tugu pertigaan Pasar Kleco sekitar Kantor Kelurahan Karangasem lama, mendadak ada pengendara sepeda motor berboncengan menabrak dirinya dan puteranya itu. Kerumunan orang-orang di pasar pun terkejut atas peristiwa tersebut dan mencoba menolong Mbah Yekti dan puteranya.

Namun, naas benar nasib Mbah Yekti. Belum sempat tertolong, dua orang bersepeda motor tersebut langsung melesat tancap gas sambil menarik kalung yang melingkar di leher Mbah Yekti. Warga RT 04/ RW IV Karangasem Laweyan itu pun terpaksa kehilangan kalung emasnya senilai Rp 1 juta lebih.

“Kejadian sangat cepat. Kami semua tak tahu, kalau itu ternyata penjambret,” kata salah satu pengunjung di pasar.

Kerumunan orang-orang di pasar tak bisa berbuat banyak atas peristiwa tersebut. Sebab, penjambret tersebut mengendarai motor dengan kencang. “Biasanya, saya itu tak pernah pakai kalung kalau ke pasar. Padahal, kalung ini hasil kerja saya sebagai buruh selama berbulan-bulan,” kata Mbah Yekti gemetaran dan menahan tangis.

Mbah Yekti sungguh tak mampu mengingat sosok dua orang pejambret itu. Selain tak mengeluarkan kata sama sekali saat menabrak, dua penjembret tersebut juga mengenakan helm teropong dengan kaca gelap. “Yang saya ingat, orangnya tinggi besar. Saya sempat memarahinya gara-gara naik motor ugal-ugalan. Nggak tahunya, dia penjambret,” lanjutnya.

Beruntung, puteri Mbah Yekti yang tengah hamil tua tak mengalami luka. Begitu pun dengan janin yang masih dalam perut, juga tak mengalami benturan yang berarti. “Ya, kami hanya syok. Namun, kami ikhlas semoga yang njambret kualat,” ungkapnya dengan geram.

Warga Karangsem lainnya, Sarinem mengungkapkan, kawasan Tugu Pertigaan Pasar Kleco memang kerap terjadi aksi penjambret. Bukan hanya malam hari atau saat sepi, namun pagi hari saat pengunjung pasar bertebaran, aksi penjembret kerapkali ada di sana. “Pengunjung pasar memang selayaknya tak perlu membawa uang banyak atau membawa perhiasan saat mau belanja ke pasar,” tuturnya.

asa

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…