News
Jumat, 28 Mei 2010 - 16:39 WIB

Harta 154 TKI dirampas sebelum diusir

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Nunukan--Selain mengalami berbagai siksaan fisik maupun mental selama sekitar 40 hari di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Hill Top Tawau, Malaysia, sejumlah warga negara Indonesia (WNI) juga harus kehilangan harta bendanya karena dicuri.

Wawan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Makassar, mengaku kehilangan telepon selulernya. Uang Rp 800.000 di kantongnya dirampas dan tidak dikembalikan hingga akhirnya ia ikut dideportasi dari Tawau, Sabah ke, Nunukan, Kalimantan Timur.

Advertisement

“Handphone sama duit saya diambil. Waktu itu saya tidur di tahanan. Tiba-tiba ada petugas yang datang, langsung membangunkan saya dan mengambil uang di kantong celana saya,” ujar Wawan yang dideportasi bersama 154 WNI lainnya, Kamis (27/5) malam.

“Saya ‘dikasih bangun’, uang saya langsung diambil. Mereka cuma bilang, kamu tidak simpan duitmu di pejabat. Makanya harus diambil. Semuanya diambil, tidak ada yang disisakan,” kata penghuni blok 9 PTS Tawau ini.

kompas.com

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kata Kunci : Malaysia TKI
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif