Jumat, 28 Mei 2010 14:57 WIB News Share :

Golput menang telak di Sleman

Sleman–Hasil rekapitulasi suara akhir pemilihan kepala daerah Sleman 2010, golongan putih (Golput) menang telak. Pasalnya, pasangan pemenang hanya mengantongi jumlah suara 174.571 suara, sedangkan Golput mencapai perolehan 222.570 suara dari total daftar pemilih tetap Sleman sebanyak 759.062 pemilih. Suara tidak sah sebanyak 40.302 suara.

“Memang partisipasi kehadiran pemilih turun ketimbang pilkada 2005 lalu,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Sleman Djajadi, Kamis (27/5) seperti dilansir tempointeraktif.com, Jumat (28/5).

Pada pilkada 2005 yang dimenangkan pasangan Ibnu Subiyanto-Sri Purnomo, partisipasi kehadiran sebanyak 77,69 persen. Sedangkan pada pilkada 2010 yang dimenangkan pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu hanya diikuti 68,50 persen suara pemilih. Namun Djajadi membantah jika hal tersebut lantaran faktor kurangnya sosialisasi kepada pemilih. “Sosialisasi sudah kami lakukan, nanti akan kami evaluasi,” kata Djajadi.

Sementara itu, tak jauh dari penghitungan suara sementara sebelumnya, pasangan Wakil Bupati Sri Purnomo dengan Yuni yang diusung partai gabungan PAN, PDIP, dan Gerindra berhasil meraih suara terbanyak 174.571 suara atau 35,18 persen.

Disusul kemudian suara pasangan anggota DPRD DIY dan Ketua DPD PKB DIY Sukamto yang berpasangan dengan Suhardono sebanyak 106.838 suara atau 21,53 persen. Angka tersebut menggeser perolehan suara cucu menantu Panglima Besar Jenderal Sudirman Bugiakso yang berpasangan dengan Lurah Tridadi Kabul Muji Basuki yang semula menduduki peringkat kedua. Pasangan dari kubu independen tersebut harus puas di peringkat ketiga dengan perolehan 104.672 suara atau 21,10 persen.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah DIY Hafidz Asrom dan Direktur Rumash Sakit Bersalin Sakina Idaman, Muslimatun yang diusung Partai Demokrat memperoleh 67.904 suara atau 14,69 persen. Disusul mantan Wakil Bupati Sleman periode 1999-2004 Zaelani dengan Heru Irianto yang dicalonkan dicalonkan Partai Persatuan Demokrasi Pembaruan dan Hanura dengan 16.700 suara atau 3,37 persen.

Sedangkan dua pasangan kubu independen lainnya masing-masing memperoleh 14.860 suara atau 2,99 persen untuk Mimbar Wiryono-Cahyo Wening dan 10.645 suara atau 2,15 persen untuk Ahmad Yulianto-Nuki Wakinudhatun.

Pasangan bupati terpilih Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu yang telah ditetapkan langsung seusai rekapitulasi akhir akan dilantik pada 10 Agustus 2010 mendatang. Sementara itu, terkait tiga kasus dugaan money politics yang dilakukan pasangan Sri Purnomo-Yuni yang dilaporkan tim sukses pasangan Bugiakso-Kabul kepada Panitia Pengawas Pilkada Sleman akan segera ditindaklanjuti.

“Kita cek dulu, laporannya kedaluwarsa tidak. Itu pun tidak mempengaruhi penetapan,” kata anggota Panwas Hasta Dewa Putranta. “Lantaran hanya laporan yang dilaporkan kurang dari tujuh hari pascakejadian yang bisa ditindaklanjuti.”

Sedangkan kasus politik uang hanya bisa menjerat orang yang memberikan uang, bukan pasangan calon kepala daerah. “Kami jalan terus akan lapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Bugiakso.

Tim advokasi pasangan Sri Purnomo-Yuni, Fahim Fahmi pun mengaku telah mengantongi dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan Bugiakso-Kabul. “Kita lihat perkembangannya, perlu tidak menggugat balik,” kata Fahim.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…