Jumat, 28 Mei 2010 13:07 WIB Solo Share :

Diincar razia, pedagang bermobil pantang surut

Solo (Espos)–Pedagang bermobil yang biasa menggelar dagangan di sekitar Pasar Klewer dan Pasar Cinderamata Solo, menyatakan tidak akan menghentikan aktivitas mereka, kendati tim gabungan Pemkot Solo dan Satlantas Poltabes menggencarkan razia.

Para pedagang tekstil dari Pekalongan tersebut memilih kucing-kucingan dengan aparat ketimbang berhenti berdagang. Pernyataan tersebut disampaikan sejumlah pedagang bermobil saat ditemui Espos, Kamis (27/5), di sekitar Pasar Cinderamata.

“Takut ya takut, tapi kami cari rezeki halal. Masa jualan dagangan sendiri dikejar-kejar. Kami akan tetap berjualan sampai dengan setelah lebaran ini,” ujar tokoh pedagang bermobil, Mustahdhirin, 44.

Dia menjelaskan, sejak beberapa pekan terakhir jumlah pembeli dagangan, melonjak signifikan. Diduga aktivitas perdagangan meningkat lantaran mendekai bulan Ramadan 2010. Sehingga para pedagang enggan melepas potensi besar pemasukkan tahun ini. Mengenai risiko terjaring razia, menurut laki-laki yang biasa dipangil ustadz tersebut, para pedagang mengaku siap.

kur

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…