Jumat, 28 Mei 2010 14:07 WIB News Share :

Ayo ukur ulang arah kiblat, sore ini

Jakarta–Sore ini, Jumat (28/5), pengukuran arah ulang kiblat akan dilaksanakan. Ini setelah Kementerian Agama menemukan ribuan masjid mengalami pergesaran arah kiblat.

Ukur ulang ini merupakan solusi universal dari data astronomis. Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag, H Nur Khazin mengatakan, berdasarkan data astromis, hari ini pukul 12.18 Waktu Arab Saudi (WAS) bertepatan dengan pukul 16.18 WIB atau pukul 17.18 WITA matahari melintas tepat di atas Ka’bah.

Dengan demikian, bayangan setiap benda akan menuju ke Ka”bah atau berimpit dengan arah Kabah di Mekkah.

“Waktu tersebut tepat dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan dan meluruskan arah Kiblat di seluruh wilayah di Indonesia,” ungkap Nur Khazin, di Jakarta, Kamis (27/5).

Menurut Nur Khazin, pengecekan dan pelurusan arah Kiblat ini dapat dilakukan dengan cara manual. Yakni dengan mendirikan benda tegak lurus diukur menggunakan lot pada pelataran yang rata. Atau bisa menggunakan benda yang berdiri tegak lainnya, seperti tiang, pintu, jendela dan sebagainya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, kata Nur Khazin, adalah menentukan presisi atau ketepatan waktu. Maka, bagi umat Islam yang hendak mengukur kiblat dianjurkan memiliki jam tangan yang sesuai dengan standar internasional.

Atau, untuk menyusun ketepatan waktu bisa dengan menyesuaikan dengan stasiun radio RRI, atau menghubungi telkom penyesuaian waktu di nomor 103. “Untuk telepon seluler Telkomsel bisa menghubungi 301,” katanya.

Setelah memiliki jam yang presisi, maka pada jam yang ditentukan yakni 16.18 WIB atau 17.18 WITA maka tandailah bayang-bayang yang terbentuk dengan sebuah garis lurus pada tongkat atau tiap benda yang memiliki baying-bayang.

“Maka, garis lurus itulah arah kiblat di tempat yang dilakukan pengukuran yang tepat lurus dengan kakbah,” pungkasnya.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…