Kamis, 27 Mei 2010 17:53 WIB Hukum Share :

Raib, benda pusaka berusia 200 tahun

Mataram— Benda pusaka milik Ketua Lembaga Pengamatan Penelitian Kraton-Kraton se-Nusantara, Kanjeng Pangeran Haryo Gunarso G. Kusumodiningrat, hilang di Bandara Selaparang, Mataram, Kamis (27/5).

Menurut Pangeran Haryo, benda pusaka yang hilang tersebut berupa tiga kain batik adat Surakarta, pakaian kebesaran kraton dan tiga sabuk dengan asesori yang berusia lebih dari 200 tahun.

“Hilang saat saya baru tiba dari Jakarta. Saya semula menduga terbawa oleh orang ke daerah lain. Benda-benda itu berusia 200 tahun dan merupakan peninggalan nenek moyang kami,” kata Kanjeng Pangeran Haryo di Mataram.

Kanjeng Pangeran Haryo berada di Mataram untuk menghadiri Lokakarya Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum APIK Mataram. Barang-barang pusaka tersebut hilang dalam keadaan disimpan dalam sebuah tas berwarna hitam.

Kasus ini langsung dilaporkan ke petugas kepolisian di Bandara Selaparang. Pangeran Haryo amat berharap agar barang-barang pusaka yang amat bernilai tersebut dapat segera ditemukan.

Selain menghadiri Lokakarya Kebudayaan, Pangeran Haryo semula hendak menyampaikan penghargaan kepada Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi. Penghargaan yang akan diberikan itu berupa benda pusaka milik Yayasan Pakubowono ke-12 yang harus dia serahkan langsung kepada Gubernur. Barang pusaka ini untungnya tidak ikut hilang.

“Itu tujuan utama saya datang ke NTB. Namun karena Gubernur NTB tidak hadir pemberian penghargaan itu ditunda,” katanya.

vivanews/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…