Kamis, 27 Mei 2010 18:27 WIB News Share :

Polisi diduga terlibat ricuh Mojokerto

Surabaya–Kepolisian Daerah Jawa Timur memeriksa 14 polisi yang diduga bertanggung jawab terkait kerusuhan di DPRD Kabupaten Mojokerto yang terjadi pada Jumat (21/5)lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Pudji Astuti, mengemukakan hal itu menanggapi rumor bahwa ada aparat kepolisian dan TNI yang terlibat aksi anarkhis berbuntut pembakaran puluhan mobil itu.

“Untuk oknum TNI, saya tidak berhak menjawab, tapi kami masih sedang memeriksa 14 polisi untuk diidentifikasi dugaan keterlibatannya dalam aksi kerusuhan itu,” kata Pudji Astuti di Surabaya, Kamis (27/5).

Selain itu, tim penyelidik juga sedang memeriksa 34 warga sipil sebagai saksi yang mengetahui langsung kejadian di lapangan. “Kami juga memeriksa puluhan saksi untuk meminta kejelasan mereka guna fakta yang utuh dari lapangan,” katanya.

Hingga kini, ada tiga analisa yang berkembang di masyarakat terkait kerusuhan itu yakni berkaitan dengan adanya calon bupati yang pencalonannya dicoret oleh KPU.

Selain itu, berkaitan dengan dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan Pilkada dan berkaitan dengan persaingan antar calon yang memanfaatkan massa dari calon yang dicoret KPU. Kerusuhan itu terjadi saat tiga calon bupati dan wakilnya menyampaikan visi dan misi dalam Rapat Paripurna DPRD Mojokerto.

Dalam kerusuhan itu, 17 mobil pribadi dan mobil dinas Pemkab Mojokerto dibakar massa serta 16 mobil lainnya dirusak, karena massa menduga mobil milik negara itu digunakan oleh pejabat kini incumbent yang mencalonkan diri.

Pilkada Kabupaten Mojokerto diikuti tiga pasangan calon, yakni Mustofa Kamal Phasa-Choirun Nisa (Manis), Suwandi-Wahyudi Iswanto (Wasis/incumbent), dan Khoirul Badik-Yazid Qohar (Khoko), sedangkan calon yang tidak lolos adalah Dimyati Rosyid-M Karel.

kompas.com/ tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…