Kamis, 27 Mei 2010 12:05 WIB Hukum Share :

Mengaku polisi, bakul jamu digasak

Jakarta–Banyak cara dilakukan para penjahat. Salah satunya dengan mengaku sebagai anggota polisi, sehingga dapat memperdaya seorang pedagang jamu. Bakul jamu yang didagangkannya pun raib seketika.

Empat perampok merampas harta benda milik seorang pedagang jamu, Sanusi, 38. Peristiwa tersebut berlangsung di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/5) dinihari kemarin. Peristiwa yang terjadi pukul 02.30 WIB itu bermula saat Sanusi baru selesai berdagang dan hendak pulang ke rumahnya di Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dengan menggunakan sepeda motor Sanusi melintas ke rumahnya. Namun, tiba-tiba kendaraan yang ditumpangi korban diberhentikan empat pria yang mengaku polisi yang tengah menggelar razia narkoba. Karena lokasi sepi, Sanusi menghentikan sepeda motornya. Setelah itu, kawanan pelaku menghampiri korban dan langsung beraksi.

“Saya mengira jika empat pria itu benar polisi karena begitu meyakinkan. Sehingga saya hanya menurut perintahnya karena takut,” tuturnya kepada wartawan kemarin.

Sanusi lalu menuruti perintah kawanan garong tersebut. Dia lalu dibawa masuk ke dalam mobil milik pelaku dan diajak berkeliling hingga ke Jalan Raya Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Saat di dalam mobil, Sanusi dicecar pertanyaan yang aneh-aneh. Lalu dia diancam agar menyerahkan semua hasil penjualan jamunya malam itu.

Setelah harta bendanya dikuras, dia lantas diturunkan di tengah jalan. Setelah itu, mobil yang dikendarai kawanan pelaku kabur sambil membawa uang Rp 2 juta dan telepon selular (Ponsel) milik Sanuri. Dengan langkah gontai, Sanusi lantas pulang ke rumahnya.

Lantas bersama adiknya, Anwar, 32, Sanusi melaporkan peristiwa perampokan itu ke Markas Polres Metro Jakarta Selatan. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan perampokan yang diduga dilakukan ‘polisi’ tersebut.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…