Kamis, 27 Mei 2010 12:43 WIB News Share :

KPK gali informasi keterlibatan dua pejabat BI

Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menggali informasi kasus dugaan suap yang melibatkan dua pejabat Bank Indonesia (BI) senilai US$ 1,3 juta atau sekitar Rp 12 miliar.

KPK akan menindaklanjutinya ke tahapan penyelidikan jika sudah memiliki cukup bukti. “Kita mulai menggali informasi soal itu,” kata juru bicara KPK, Johan Budi di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/5).

KPK memang belum mendapat laporan resmi soal kasus ini. Namun, kata Johan, KPK tetap melakukan mekanisme untuk mendalami informasi tentang kasus yang melibatkan mantan petinggi Bank Indonesia (BI) ini.

Jika sudah cukup informasi yang dimiliki, KPK akan segera menindaklanjuti kasus ini ke tahap penyelidikan. “Jika sudah cukup informasi KPK akan lakukan proses ke tahapan lebih lanjut,” katanya.

Bank Indonesia (BI) diguncang isu suap dari RBA untuk pencetakan uang pecahan Rp 100.000. Suap itu diduga melibatkan pejabat senior BI berinisial ‘S’ dan ‘M’.

Perwakilan anak usaha RBA di Indonesia, Radius Christanto menjelaskan, antara tahun 1999 hingga 2006 secara eksplisit disebut mereferensikan nilai suap yang besar ke pejabat BI, seperti tertuang dalam faks ke Securency International and Note Printing Australia atau Peruri Australia pada 1 Juli 1999.

Ia juga mengindikasikan dua pejabat senior berinisial ‘S’ dan ‘M’ menerima US$ 1,3 juta atau sekitar Rp 12 miliar dari anak usaha Reserve Bank of Australia (RBA) untuk memenangkan kontrak itu.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…