Kamis, 27 Mei 2010 19:09 WIB News Share :

Anggito Abimanyu kembali mengajar di UGM

Yogyakarta--Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu mengatakan, siap kembali mengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang merupakan almamaternya.

“Saya ingin mengajar dua mata kuliah, yakni Pengantar Ekonomi dan Ekonomi Indonesia,” kata Anggito yang mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, di University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (27/5).

Menurut dia, setelah melalui perhelatan emosional yang cukup besar selama enam bulan terakhir, maka kembali ke UGM merupakan momentum sejarah yang luar biasa. Saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengembalikan investasi yang selama ini telah diberikan oleh UGM.

“Saya kembali ke UGM bukan karena kecewa atas pembatalan jabatan Wakil Menteri Keuangan. Namun, saya menganggap saat ini adalah momentum untuk melupakan cerita masa lalu di Kementerian Keuangan,” katanya.

Ia mengatakan, keputusan mengundurkan diri dari jabatannya di Kementerian Keuangan merupakan hak asasi manusia, meskipun hingga kini surat pengunduran diri yang diajukannya belum mendapatkan jawaban dari Presiden.

“Saya belum mengetahui apakah surat permohonan pengunduran diri itu disetujui presiden atau tidak. Presiden seharusnya menyetujuinya, karena pengunduran diri itu atas permintaan saya dan merupakan hak saya,” katanya.

Anggito sempat disebut sebagai calon Wakil Menteri Keuangan. Namun, pelantikannya batal dilakukan karena dari sisi kepangkatan belum mencukupi dan diminta untuk menunggu kepangkatannya naik dari eselon IB menjadi eselon 1A.

Setelah menunggu enam bulan dan kepangkatannya telah naik menjadi 1A, Anggito ternyata batal menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM Prof Dr Marwan Asri mengatakan, menyambut baik kedatangan Anggito Abimanyu di UGM. Kembalinya Anggito merupakan amunisi baru bagi fase percepatan perkembangan FEB UGM.

“Anggito dapat menyalurkan pengalamannya selama di dunia birokrat. Hal itu penting karena untuk mendidik mahasiswa tidak hanya berdasarkan teori, tetapi juga pengalaman,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…