Rabu, 26 Mei 2010 11:24 WIB News Share :

Ulama haramkan wanita ke salon waria

Bojonegoro–Wanita yang melakukan perawatan di salon waria kini diharamkan. Fatwa itu dikeluarkan dalam forum Ulama yang diikuti 100 perwakilan pondok pesantren (Ponpes) se-Jawa-Madura yang digelar di Ponpes Abu Dzarin, Bojonegoro, Senin (24/5).

Fatwa itu dikeluarkan dengan alasannya, waria adalah seorang lelaki yang bukan muhrim untuk memangkas rambut atau merias wanita. “Meskipun menyerupai wanita, hakekatnya waria itu adalah laki-laki,” tegas Ahmadi, ketua panitia bahsul masail yang digelar dalam rangka memperingati haul KH M Dimyati Adnan seperti dilansir inilah.com, Rabu (26/5).

Bahsul masail adalah forum ulama yang membahas masalah-masalah yang muncul di masyarakat. Perwakilan Ponpes yang ikut dalam bahsul masail ini di antara dari Ponpes Lirboyo, Kediri; Langitan, Tuban; Al Anwar, Sarang (Jateng); Sidogiri, Pasuruan; An Nur, Malang, dan Syaikona Kholil, Bangkalan.

Menurut Kiai Saifudin Zuhri, pengasuh Ponpes Adnan Al Haris, Ngumpak Dalem, Bojonegoro yang juga ikut dalam bashul masail ini, masalah tersebut dibahas setelah ada berbagai pertanyaan terkait hukumnya seorang waria yang menjadi pegawai salon dan bertugas memangkas rambut serta melakukan perawatan kecantikan wanita yang menjadi konsumennya.

“Dengan landasan berbagai kitab yang ada, dengan tegas dinyatakan bahwa haram waria yang melayani perawatan kecantikan kepada konsumen wanita,” tegasnya. Pelayanan itu termasuk seperti memberikan perawatan kulit, potong rambut, dan tata rias.

Namun, fatwa tersebut tak digubris oleh para waria yang mencari nafkah di salon-salon kecantikan. Novi alias Sukisno, 37, waria yang menjabat sebagai Ketua Ikatan Waria Bojonegoro (Iwabo) menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan yang disampaikan para kiai tersebut.

Namun, ia tetap cuek dan akan terus melanjutkan usaha salon yang telah dibukanya di Jl Diponegoro Bojonegoro selama 10 tahun tersebut. “Biarkan masyarakat yang menilai sendiri,” jawab Novi.

rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…