Rabu, 26 Mei 2010 14:45 WIB News Share :

Tenggak Miras, kakek di Bali tewas

Denpasar--I Ketut Wedi (60), seorang kakek warga kabupaten Badung, Bali akhirnya tewas usai menenggak minuman keras jenis arak yang mengandung metanol.

“Korban sempat satengah jam mendapat perawatan di rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong meninggal malam kemarin,” kata Kasubag Humas RSUP Sanglah, Denpasar, I Gusti Ngurah Putra Wibawa, Rabu (26/5).

Korban dilarikan ke rumah sakit namun kondisinya terus menurun dan kerap mengalami muntah muntah. Warga asal banjar Sema Mekar, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali itu masuk ke rumah sakit kemarin petang 25 Mei, diantar keluarganya.

Dikatakan Putra Wibawa, pihak rumah sakit sudah melakukan tindakan medis dengan melakukan pemeriksaan sampel darah dan uji klinis. Dari uji klinis atas sampel darah yang diambil, ujar dia, ternyata ditemukan kandungan kadar metanol.

Disinggung soal penyebab kematian korban, Putra Wibawa membenarkan jika disebabkan karena korban minum miras yang mengandung metanol. Hanya saja dia tidak menjelaskan secara rinci kapan atau berapa lama korban minum miras tersebut.

Pihak keluarga langsung mengambil jasad korban malam itu juga ke kampung halamannya guna dikuburkan. Berdasar catatan rumah sakit selama empat hari terakhir tercatat korban arak metanol sudah mencapai tujuh orang.

Pahumas Poltabes Denpasar Kompol Sang Nyoman Sukawiyasa dikonfirmasi terpisah mengaku kesulitan untuk menelusuri TKP para korban arak metanol karena mereka tidak melapor ke kepolisian.

“Para korban biasanya langsung ke rumah sakit, kami belum bisa mengorek keterangan dan mengumpulkan bukti bukti karena korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit,” tandasnya. Meski begitu kata dia, pihaknya akan terus menggelar razia atau operasi terpadu guna menekan peredaran miras.

okezone/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…