Rabu, 26 Mei 2010 20:27 WIB News Share :

Susno ungkap penyelewengan dana APBN

Jakarta–Mantan Kabareskrim Susno Duadji kembali membuka kasus dugaan korupsi di institusinya. Kali ini soal penyimpangan dana APBN Polri.

Kasus ini diungkap Susno ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) saat pertemuan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (26/5).

Penasihat hukum Susno, Ari Yusuf Amir, mengatakan kliennya mengungkapkan tiga kasus kepada pihak LPSK yaitu kasus Gayus Halomoan Tambunan, kasus Arwana. Sedangkan kasus baru adalah dugaan penyimpangan pengunaan dana APBN, dana hibah, serta kredit ekspor yang dilakukan Mabes Polri dan berbagai Polda.

Contoh kasus ketiga, kata Ari, adalah penyimpangan dana pengamanan Pilkada di berbagai Polda. Menurut dia, total penyimpangan kasus ketiga itu mencapai triliunan rupiah.

Susno punya bukti-bukti penyimpangan? “Iya,” jawab Ari ketika dihubungi setelah pertemuan antara LPSK dengan kliennya.

Kasus ketiga itu, ungkap Ari, melibatkan berbagai perwira tinggi Polri. Namun, dia tidak bersedia mengungkap inisial jenderal-jenderal yang disebut Susno. Yang jelas mereka yang dituduh Susno itu masih perwira aktif.

Kapan penyimpangan itu terjadi? “Tahun kemarin saat pak Susno menjabat sebagai Kabareskrim,” jawab Ari. Ketika ditanya akan dibawa ke mana kasus itu selanjutnya, Ari menjawab, “Terserah LPSK penyerahannya ke mana.”

kompas.com

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…