Rabu, 26 Mei 2010 14:06 WIB Boyolali Share :

Rekanan minta Pemkab intensifkan pelatihan E-Procurement

Boyolali (Espos)–Kalangan pengusaha konstruksi di wilayah Kabupaten Boyolali mengakui hingga kini masih ada sejumlah kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan lelang dengan sistem elektronik atau E-Procurement yang diujicobakan Pemkab setempat.

Mereka meminta Pemkab kembali mengadakan pelatihan secara intensif terkait hal tersebut.

“Memang dalam pelaksanaan lelang dengan sistem elektronik tersebut kami masih menemui sejumlah kendala, terutama masalah teknis. Tapi karena sudah ada peraturannya, ya mau tidak mau kami harus mengikuti peraturan tersebut dan harus segera menyesuaikan dengan sistem yang ada,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesia (Gapensi) Boyolali, Gatot Joko Suyanto, ketika ditemui wartawan di sela-sela acara Lepas Kenal Kapolres Boyolali di Mapolres setempat, Rabu (26/5).

Gatot menilai kesiapan pihak Pemkab sendiri dalam penerapan lelang dengan sistem elektronik tersebut belum maksimal. Terkait hal itu, Gatot mengatakan Pemkab semestinya lebih menyosialisasikan sistem baru ini.

Dengan pelatihan dan sosialisasi mengenai sistem lelang baru tersebut, Gatot mengaku optimistis tahun 2011 mendatang kalangan pengusaha konstruksi akan lebih siap dalam pelaksanaan lelang dengan system elektronik tersebut.

sry

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…