Rabu, 26 Mei 2010 19:33 WIB News Share :

RBA libatkan PSK di kasus suap BI


Sydney–D
ugaan suap yang melibatkan Bank Sentral Australia (RBA) dikabarkan melibatkan pekerja seks komersil (PSK). Bank Indonesia (BI) pun terlibat dalam kasus ini.

Perusahaan percetakan uang kertas yang sebagian dimiliki RBA, Securency International, seperti diberitakan media Australia The Age, dikabarkan melibatkan aktivitas prostitusi dalam kegiatan suap. Perusahaan ini spesialis membuat lembaran uang polymer.

Pengakuan ini dituturkan oleh seorang saksi rahasia kepada penyelidik federal. Saksi yang mantan karyawan Securency bercerita mengenai seorang perantara yang disewa Securency untuk memenangkan tender kontrak dengan sejumlah bank sentral beberapa negara Asia.

Saksi itu menyerahkan sebuah diary yang ia rekam pada 2007, berisi si perantara berkata padanya bahwa, “gubernur (bank sentral) akan gembira jika komisi ditingkatkan.” Seorang manajer senior, lanjut saksi, menyuruhnya mengatur PSK Asia untuk mengunjungi para gubernur bank sentral.

“Saat pejabat di kota, saya diperintahkan untuk menyediakan bodyguard, sambil mengangkat alis dan mengedip. Bodyguard maksudnya adalah perempuan Asia. Dengan kata lain, ia berkata untuk menyediakan PSK kepada salah satu pejabat bank sentral jika berkunjung ke Melbourne,” ujar saksi lainnya, seorang polisi, yang diwawancarai Four Corners.

Polisi itu tak menurutinya, namun ia yakin ada orang lain yang melakukannya. Securency dikabarkan menyebar ‘agen’ di negara lain untuk membantu lobi kepada pemerintah setempat dan bank sentral. Beberapa negara yang diduga tempat beroperasinya antara lain Indonesia, Malaysia, Vietnam, bahkan Nigeria dan Inggris.

Saksi polisi, dalam diary tahun 2008 menuturkan, Securency memberi komisi 20-25% untuk pejabat kementerian atau bank sentral terkait. Dalam audit perusahaan itu, Maret lalu, dikatakan komisi sejak 2003 telah mencapai US$50 juta.

inilah/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…