Rabu, 26 Mei 2010 19:41 WIB News Share :

Politisi PDIP
Audit juga semua Kapolda


Jakarta–
Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji hendak dibungkam dengan lima kasus supaya tidak menyanyi terus soal berbagai ketidakberesan di Mabes Polri.

Menurut Trimedya Panjaitan, anggota Komisi III DPR RI dari PDI Perjuangan, lima kasus itu, antara lain, pemangkasan dana pengamanan Pilgub Jawa Barat saat Susno menjadi Kapolda Jawa Barat.

Lantas, kasus Arowana, kasus penyuapan Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Bengkulu, pengacara, dan lainnya.

Menurut Trimedya, tidak dapat disangkal selama 30 tahun bertugas di Polri, Susno Duadji tentu memiliki kesalahan. “Jika misalnya ditarik ke belakang, ada saja kesalahan yang dia lakukan selama 30 tahun bertugas di Polri,” kata Trimedya di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu (26/5).

Trimedya mengatakan, terkait kasus pemangkasan dana pilkada, seharusnya Polri tidak hanya mengusut Susno karena semua kapolda di Indonesia juga terlibat mengurusi dana serupa di masing-masing daerahnya.

“Saya termasuk orang yang ingin ada audit untuk seluruh kapolda, bukan hanya Susno. Memang ada anggaran untuk hal tersebut,” ungkapnya.

Ia merasa prihatin tindakan Mabes Polri terhadap Susno Duadji. “Seharusnya Polri menjunjung tinggi hukum, kasus Susno seperti dipaksakan. Perlu mereka tahu, Susno masih bagian dari Polri,” jelasnya.

Trimedya menilai, respons dan tindakan Polri saat ini menunjukkan adanya upaya balas dendam. “Untuk melakukan perbaikan di institusi Polri, Bambang Hendarso Danuri melakukan keroyok reserse, tapi kenapa di lapangan belum ada yang berubah,” sesalnya.

kcm/isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…