Rabu, 26 Mei 2010 15:38 WIB Boyolali Share :

P3B desak Pemkab bongkar pasar darurat

Boyolali (Espos)–Paguyuban Pedagang Pasar Boyolali (P3B) mendesak Pemkab Boyolali untuk segera membongkar dan melelang bekas pasar darurat yang ada di kawasan Ngebong, Boyolali.

Sekretaris P3B Much Ichsanudin mengatakan pembongkaran itu perlu segera dilakukan karena kondisi bangunan yang semakin rusak dan kumuh, juga saat ini banyak digunakan para gelandangan menginap.

“Perlu dibongkar dan dilelang, karena sudah rusak dan menjadi tempat hunian para gelandangan,” ujarnya kepada wartawan di Boyolali, Rabu (26/5).

Lokasi yang semakin kumuh, imbuh Ichsanudin karena berimbas pada keamanan lingkungan. Menurut Ichsanudin, sejak adanya pasar darurat itu, gangguan keamanan menjadi meningkat. Bahkan beberapa kali warga sempat kemalingan.

Mengenai adanya rencana Pemkab yang akan menjadikan sebagian bangunan pasar darurat menjadi pasar klithikan, pihaknya meminta agar pemerintah mengkaji ulang rencana itu. Pasalnya, selain berlokasi di permukiman padat, dikhawatirkan juga tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).

Sebelumnya, Bupati Boyolali Sri Moeljanto mengatakan pihaknya bisa menyetujui adanya pasar klithikan tersebut. Namun, tandas Bupati, harus dilakukan secara cermat, memilih para pedagang yang akan berjualan di lokasi klithikan.

fid

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…