Rabu, 26 Mei 2010 08:42 WIB Internasional Share :

Korut putuskan hubungan komunikasi dengan Korsel

Seoul– Ketegangan antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) kian meningkat. Setelah pemimpin Korut, Kim Jong-il memerintahkan militernya untuk siaga tempur, kini Korut memutuskan untuk memutus segala hubungan dan komunikasi dengan Korsel.

Dilansir AFP, Rabu (26/5), keputusan Korut tersebut diambil sebagai protes atas klaim bahwa Korut adalah penyebab tenggelamnya salah satu kapal perang Korsel di Seoul.

Korut pun melakukan penutupan akses lalu lintas udara dan perairan. Seluruh kapal laut dan pesawat Korsel dilarang melintasi perairan teritorial dan wilayah udara Korut.

Korut juga akan mengusir semua personel Korsel yang bekerja di kawasan industri bersama di Kaesong, wilayah utara perbatasan kedua negara.

Terkait hal ini, Komite Negara untuk Reunifikasi Damai Korea mengatakan bahwa klaim Korsel yang menuding Korut penyebab tenggelamnya kapal perang Korsel sama saja dengan deklarasi perang.

Komite mengatakan tindaka yang diambil ini adalah ‘hukuman’ awal bagi Korsel atas tudingan yang dialamatkan kepada Korut. Komite memberi sinyal akan ada tindakan lain menyusul.

Hubungan Korut dan Korsel memanas setelah pemerintah Korsel menuding Korut telah menyerang kapal perangnya pada Maret lalu. Serangan torpedo Korut itu menyebabkan kapal perang Korsel, Cheonan tenggelam. Sebanyak 46 pelaut Korsel tewas dalam peristiwa itu.

Laporan tim investigasi multinasional menyatakan Korut bertanggung jawab atas musibah militer terburuk sepanjang sejarah Korsel sejak Perang Korea 1950-1953 itu. Namun pemerintah Korut membantah hal itu.

Sebagai respons atas serangan torpedo Korut, pemerintah Seoul pada Senin, 24 Mei kemarin mengumumkan akan memutus semua perdagangan dengan Korut. Korsel juga akan mencegat kapal-kapal Korut yang menggunakan perairan Korsel.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…