Rabu, 26 Mei 2010 12:03 WIB News Share :

Jelang Waisak, puluhan biksu minta sedekah di Magelang

Magelang— Puluhan biksu menggelar ritual meminta sedekah sebagai salah satu rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2554/2010 di Magelang, Rabu (26/5) pagi.

Prosesi ini dimulai dengan menggelar sembahyang di Klenteng Liong Hok Bio yang terletak di sebelah selatan alun-alun kota Magelang. Selanjutnya, mereka berjalan menyusuri jalan Pemuda untuk menerima sedekah dari masyarakat.

Di jalan sepanjang satu setengah kilometer itu, para biksu berjalan beriringan. Barisan dibagi menjadi dua kelompok, di trotoar kanan dan kiri jalan. Mereka berasal dari biksu sangha Teravada, Mahayana dan Tantrayana. “Ada sekitar 60-an (biksu),” kata Ketua Majelis Maju Bumi Perwakilan Umat Budha Indonesia Biksuni Wiryaguna.

Tradisi menerima sedekah bagi para biksu, kata dia, merupakan kegiatan untuk mengenang sang Buddha. Dulu semasa hidup, ada kebiasaan sang Buddha menerima sedekah dari umatnya. Tradisi lantas dilanjutkan oleh para biksu. Menjelang makan pagi, mereka berjalan sambil membawa mangkok untuk menerima sedekah. “Ada (umat) yang memasukkan makanan ke dalamnya,” kata dia.

Menurut dia, tradisi ini telah lazim di negara-negara dengan jumlah umat Budha yang besar. Di Thailand misalnya. Adapun di Indonesia, kegiatan ini mulai dilakukan di Jakarta.

Dia mengatakan, menerima sedekah ini mengajarkan agar Biksu, juga manusia umumnya, menerima dengan ikhlas. Mereka menerima apa adanya pemberian dan kebaikan orang lain.

Oei Hwie lian, salah seorang warga Magelang, merasa kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berbuat baik. Memberi sedekah bagi para biksu, dinilai memberikan pelajaran untuk berbagi dengan sesama. “Jarang-jarang ada seperti ini,” kata wanita usia separuh abad itu.

Sejak pagi, dia mengaku sengaja mengajak seorang putri dan dua cucunya untuk menunggu kedatangan biksu. Sejumlah uang dalam amplop (ang pao) telah dia persiapkan untuk dimasukan pada wadah yang dibawa para biksu.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…