Rabu, 26 Mei 2010 12:58 WIB Boyolali Share :

Jabatan Kapolres diserahterimakan

AKBP Romin Thaib

Boyolali (Espos)–Sepanjang kurun dua tahun dari Juni 2008 hingga saat ini, di Polres Boyolali terdapat tindak pidana sebanyak 1.167 kasus. Dari total kasus itu, sebanyak 1.010 kasus atau 86,54 persen telah ditangani dengan tuntas.

“Dari kasus yang berhasil ditangani itu enam kasus merupakan kasus yang menonjol, di antaranya Curas, kepemilikan senjata api, pembunuhan, Curanmor dan korupsi,” ujar Kapolda Jateng Irjen Alex Bambang Riatmojo dalam sambutannya yang dibacakan Wakapolda Jateng Brigjen Pol Tonny Aribawanto pada Sertijab Kapolres Boyolali di Mapolres setempat, Rabu (26/5).

Jabatan Kapolres diserahterimakan dari pejabat lama AKBP Agus Suryonugroho kepada penggantinya AKBP Romin Thaib SIK MSi. AKBP Agus Suryonugroho selanjutnya menjabat Kapolres Kendal. Sedang, AKBP Romin Thaib sebelumnya menjabat Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jateng.

Kapolda menambahkan dalam kasus korupsi buku ajar, bahkan sudah ada empat tersangka masing-masing dua orang sudah divonis dan sisanya masih P-19 atau masih dalam penyempurnaan.

“Penggantian pejabat itu merupakan hal biasa, sebagai salah satu pemantapan kepemimpinan,” papar dia.

Ditambahkannya, saat ini polisi dituntut untuk mandiri, profesional. Pasalnya, tugas dan tanggung jawab yang semakin kompleks.

“Kota Boyolali juga menjadi salah satu penyangga Kota Solo dan berada di daerah lereng Merapi yang rawan letusan dan longsor. Sehingga diperlukan sikap yang tepat bagi polisi dalam melayani masyarakat,” papar Kapolda.

Hadir dalam Sertijab itu, Muspida Boyolali, tokoh agama dan masyarakat di Boyolali.

Sementara, Kapolres Boyolali yang baru AKBP Romin Thaib menyatakan pihaknya akan mempelajari memori Sertijab, termasuk sejumlah kasus yang belum tertangani.

“Kami pilah-pilah terlebih dahulu beberapa kasus yang belum tertangani. Diharapkan bisa segera terselesaikan,” tandas dia kepada wartawan seusai Sertijab.

fid

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…