Rabu, 26 Mei 2010 16:26 WIB News Share :

Dugaan suap pencetakan uang, BI siap diaudit


Jakarta-
-Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya enggan berkomentar soal kasus dugaan suap kepada pejabat BI yang menjadi perantara dalam tender pencetakan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 50 juta lembar atau Rp 5 triliun oleh salah satu perusahaan di Australia.

Budi Mulya mengatakan, publik sudah mengetahui sikap awal BI melalui keterangan pers yang disampaikan oleh deputi gubernur lainnya, Budi Rochadi, di Kantor BI, Selasa kemarin. “Saya ngikut statement Pak Budi Rochadi saja,” tuturnya seusai mengikuti rapat dengan Komisi XI, Rabu (26/5).

Kemarin, Budi Rochadi menegaskan bahwa tender pencetakan uang tersebut dilakukan BI tanpa melalui perantara. Dalam proses tender, selalu ada panitia independen sehingga para pejabat BI tak bisa mengintervensi.

Budi Rochadi juga menegaskan bahwa pihak internal sudah menyampaikan bahwa tak ada kesalahan dan pelanggaran dalam proses pencetakan uang polimer. Namun, BI mengaku siap diaudit jika diperlukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ataupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

kcm/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…