Rabu, 26 Mei 2010 11:49 WIB News Share :

BI
Krisis Eropa terus tekan rupiah

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini disebabkan karena tekanan krisis utang yang terjadi di Eropa terutama di Yunani. Krisis yang terjadi di Eropa membuat para pemodal mengalihkan aset-asetnya ke dalam dolar AS.

“Fenomena ini global. Tentu trigger oleh kejadian di suatu tempat, yaitu krisis terhadap pemerintah Yunani. Beberapa perkembangan terakhir dipicu oleh permasalahan bank di Spanyol, yang tengah terjadi pada currency rupiah, bukan dometsik, ini global yang terjadi di seluruh penjuru dunia,” ujar Deputi Gubernur BI Budi Mulya ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/5).

Budi mengatakan, pelemahan yang dialami oleh rupiah juga dialami oleh seluruh mata uang di Asia. “Jadi tolong dilihat perbedaan antara temporer sama sentimen dengan fundamental ekonomi,” jelasnya.

BI pun tidak risau dengan pelemahan yang terjadi pada rupiah, sebab fundamental perekonomian Indonesia masih kuat. Demikian juga dengan fundamental ekonomi negara-negara di Asia.

“Kita tidak overreacting ini akan lama-lama, ini hanya temporer. Karena kita berada dalam konteks finansial global. Apa yang terjadi di suatu tempat terefleksikan ke tempat lain, sangat cepat,” imbuh Budi.

“Otoritas tetap wajib waspada atas kemungkinan terburuk. Kita selalu alert. BI khususnya akan konsisten untuk jaga rupiah, itu tugas BI,” tegas Budi.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…