Rabu, 26 Mei 2010 14:39 WIB Hukum Share :

Bea Cukai Bandara Juanda kembali bekuk kurir Narkoba

Surabaya–Tim customs narkotika Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A 1 Juanda kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bubuk sabu seberat 1 kilogram Selasa malam (25/5).

Barang terlarang senilai Rp 2 miliar itu dibawa oleh seorang waria asal Penang, Malaysia bernama Tan Chool Hock, 50 tahun. “Dia membawa sabu itu dari Hongkong,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda, Argandiono, di kantornya, Rabu (26/5).

Ini merupakan penggagalan kedua setelah pada Sabtu malam pekan lalu aparat Bea dan Cukai Juanda menangkap dua warga negara Malaysia berinisial L dan T. Keduanya kedapatan membawa 2 kilogram sabu senilai Rp 4 miliar.

Menurut Argandiono, penangkapan Tan ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. “Setelah penangkapan kemarin kami menganalisa bahwa akan ada penyelundupan susulan, ternyata benar,” ujar Argandiono.

Modus yang dipakai Tan sama dengan L dan T. Dia membawa kantong bubuk sabu tersebut dengan cara dililitkan di bawah perut menggunakan perekat sejenis lakban. Tan dibekuk petugas setelah turun dari pesawat Cathay Pacific CX-781 yang dinaikinya dari Hongkong pada pukul 19.30.

“Dia kami tangkap karena berdasarkan proses profiling penumpang, gerak-geriknya mencurigakan,” kata Argandiono.

Saat bagasinya digeledah ternyata nihil. Petugas baru menemukan barang yang dicari setelah melakukan pemeriksaan badan secara menyeluruh. Menurut pengakuan Tan, dia akan bermalam di Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta api Argo Bromo Anggrek pada Rabu siang ini untuk menemui seorang pengedar. “Dugaan kami, dia ini masih satu jaringan dengan L dan T,” imbuh Argandiono.

Dari catatan Imigrasi, Tan baru sekali ini datang ke Indonesia. Meski demikian berdasarkan catatan tindak kriminal yang telah dilakukan di Malaysia, pria gemulai ini telah sering melakukan tindak kejahatan. “Dia pernah keluar masuk penjara 18 kali dalam berbagai macam kasus,” ujar Argandiono.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…