Selasa, 25 Mei 2010 16:21 WIB Wonogiri Share :

Tak kuat nanjak, truk pakan ternak ngguling

Wonogiri (Espos)–Sebuah truk pengangkut pakan ternak terguling ke selokan dan menimpa pagar rumah warga di Lingkungan Salak RT 2/RW IV Kelurahan Giripurwo, Wonogiri, Selasa (25/5) siang. Diduga, truk yang membawa muatan hingga 25 ton itu tidak kuat menanjak kemudian mundur dan terguling.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu namun pemilik rumah menderita kerugian akibat pagar rumah yang hancur dan sekitar sembilan ekor burung perkutut yang diternaknya hilang atau mati. Sopir dan kernet truk itu sendiri selamat tanpa cedera.

Informasi yang dihimpun Espos, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu bermula ketika truk bernomor polisi AD 1391 TF yang dikemudikan Roso, 45, warga Palur, Karanganyar, ditemani seorang kernet, Tirto, warga Solo, tengah melaju di jalur alternatif tersebut dari arah utara (Alas Kethu). Rencananya truk itu hendak mengantarkan pasokan pakan ternak dari sebuah perusahaan di Surabaya ke sebuah agen di Wonogiri.

Sebelum sampai di puncak tanjakan Lingkungan Salak, tak jauh dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wonogiri, truk tiba-tiba berhenti karena gasnya sudah tidak kuat lagi. Sopir truk sudah memerintahkan kernetnya untuk turun dan memasang penahan di bawah ban truk supaya tidak mundur. Namun, penahan yang dipasang ternyata tidak cukup kuat sehingga truk menjadi tak terkendali dan mundur menuruni tanjakan, lalu terperosok ke selokan dan terguling menimpa pagar rumah warga.

“Ini kali pertama saya lewat di jalan ini. Tanjakannya cukup tinggi dan gasnya tidak kuat,” jelas Roso, kepada wartawan kemarin. Roso mengatakan dirinya memang sudah cukup lama menjadi sopir pengangkut pakan ternak, ia belum pernah dapat order mengantar pakan ternak ke Wonogiri.

Pemilik rumah, Joko Pangarso, saat ditemui mengatakan, kejadian truk terguling karena tidak kuat menanjak di jalan alternatif itu bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya, juga pernah terjadi peristiwa serupa.

“Memang tidak ada yang luka apalagi meninggal. Tapi pagar rumah saya hancur total dan sekitar sembilan ekor burung perkutut yang saya ternakkan kabur atau mati akibat tergulingnya truk tersebut,” katanya.

Joko mengatakan akan meminta ganti rugi atas seluruh kerusakan tersebut. Dia berharap perbaikan pagar semuanya ditanggung oleh pihak yang bertanggungjawab atas kejadian kemarin. Mengenai nilainya, Joko mengaku belum bisa memastikan.

shs

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…