Selasa, 25 Mei 2010 15:09 WIB News Share :

Tingkat Golput Pilkada di Yogyakarta di atas 30%

Yogyakarta— Pemilihan Kepala Daerah di tiga kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang serentak digelar 23 Mei 2010 lalu, kurang diminati masyarakat.

Angka partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pillihnya menurun cukup siginifikan, dibandingkan dengan partisipasi masyarakat dalam pemilu presiden 2009.

“Masyarakat yang menggunakan hak pilih dalam Pemilukada 23 Mei lalu mencapai 69,64% atau pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai 30,36%,” ujar anggota KPU Kabupaten Bantul, DIY, Nurudin Latief, Selasa (25/5).

Atau ada sekitar 215 ribu lebih pemilih di Bantul ini yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilukada 23 Mei lalu. “Namun demikian mereka tidak dapat dikatakan Golput karena ada pemilih yang pindah alamat, bekerja diluar kota, meninggal dunia menjelang Pemilukada,” tuturnya.

Lebih lanjut Latief menyatakan, pihak KPU sendiri hingga saat ini masih melakukan evaluasi penyebab tingkat partisipasi masyarakat yang terus mengalami penurunan dibandingkan dengan tingkat partisipasi saat Pileg ataupun Pilpres.

“Kita sudah bekerja secara optimal untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, namun hasilnya belumlah optimal,” ujarnya.

Any Rohyati, Ketua KPU Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan tren menurunnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya telah terjadi sejak pilkada tahun 2005 dan tahun 2006 yang lalu.

“Sejak digelarnya Pilkada di Kabupaten Sleman dan Bantul pada tahun 2005 dan tahun 2006 untuk pilkada kota Yogyakarta serta Kabupaten Kulonprogo, tingkat partisipasi masyarakat menggunakan hak pilinya cenderung menurun,”

KPU sendiri tidak tepat untuk memberikan alasan penyebab menurunnya tingkat partisipasi masyarakat karena KPU Provinsi yang punya tugas membantu tugas dari KPU Kabupaten-Kota telah melakukan sosialisasi maksimal untuk suksesnya pemilukada di 3 Kabupaten di DIY.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…