Selasa, 25 Mei 2010 13:38 WIB Sepak Bola,Negara Share :

Tim Dinamit siap meledak di Afsel

Setelah absen di Jerman 2006, Tim Dinamit Denmark, menyiapkan ‘ledakan’ dahsyat di Piala Dunia 2010, seperti yang pernah mereka lakukan saat menjuarai Piala Eropa 1992 silam.
Dalam empat tahun terakhir, kehebatan Denmark seolah terbenam. Mereka absen di Piala Dunia 2006 Jerman dan Euro 2008 di Austria dan Swiss. Tapi rangkaian kegagalan itu mereka bayar dengan tampil mengesankan selama kualifikasi Piala Dunia 2010.

Di Afrika Selatan nanti, Denmark mencoba memperbaiki rekor di tiga putaran final PD sebelumnya di mana mereka selalu berhasil lolos hingga babak 16 Besar dan  perempatfinal.
Di Piala Dunia 1986 Meksiko, Denmark lolos hingga babak 16 Besar. Setelah itu, mereka mengejutkan dunia dengan menjuarai Piala Eropa 1992 di Swedia. Sejak itu, Denmark menjadi salah satu tim yang diperhitungkan.

Di PD 1998 Prancis, mereka menembus babak perempatfinal namun kandas oleh finalis saat itu, Brazil. Di PD 2002 Korea/Jepang, Denmark juga menembus perempatfinal. Tim Dinamit sekali lagi memainkan sepak bola atraktif ketika ambil bagian pada putaran final Euro 2004, Portugal, namun lagi-lagi kandas di perempatfinal oleh Rep Cheska dengan skor 3-0.

Setelah itu, Denmark absen di deretan turnamen level Eropa dan Piala Dunia.  Penantian panjang itu kini terobati saat Jon Dahl Tomasson dkk akan terbang ke Afrika Selatan.
Di tangan pelatih Morten Olsen, Tim Dinamit kembali memanas dan siap meledak. Olsen menukangi Denmark sejak 2000, dan ikut membawa tim ini lolos ke PD 2002 dan Euro 2004.

Denmark memperlihatkan kemampuannya saat kualifikasi Grup 1 kualifikasi PD zona Eropa. Mereka sukses melewati adangan dua tim yang lebih diunggulkan, Portugal dan Swedia. Denmark hanya kalah dalam satu laga dari 10 pertandingan mereka.

Seperti dilansir dari fifa.com, Senin (24/5), perjalanan Denmark ke Afsel tak lepas dari sederet talenta kunci yang kini berlaga di berbagai klub elite Eropa, sebut saja Juventus, Arsenal, Liverpool dan Werder Bremen. Kapten Jon Dahl Tomasson tak diragukan, berhasil memimpin Feyenoord ke barisan terdepan Liga Belanda setelah sebelumnya berkiprah di AC Milan dan Villarreal.

Pemain kunci lainnya adalah defender Daniel Agger (Liverpool), trio midfield Daniel Jensen (Bremen), Christian Poulsen (Juventus) dan Dennis Rommedahl (Ajax). Sedangkan di barisan penyerang Olsen punya pilihan Nicklas Bendtner yang semakin tajam di Arsenal, Inggris.
Bagi Denmark, Afsel akan menjadi Piala Dunia kali keempat yang diikutinya.

“Piala Dunia selalu spesial. Faktanya, untuk kali pertama diadakan di Afrika merupakan hal yang fantastis karena akan semakin mendekatkan semua orang di sana. Namun setiap Piala Dunia memiliki rasa yang unik dan menarik. Saya masih ingat betul bagaimana bersemangatnya Asia pada 2002 menyambut PD dan itu pengalaman fantastis untuk semua orang. Untuk saya dan semua pemain, berkompetisi di Piala Dunia adalah capaian tertinggi, itu penghargaan terbesar bagi setiap pemain,” kata  Olsen, dalam sebuah wawancara eklusif dengan fifa.com.

JIBI/SOLOPOS/who

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…