Selasa, 25 Mei 2010 12:52 WIB Sepak Bola Share :

Samurai Biru andalkan kreativitas

TOKYO— Publik Jepang dibayangi keraguan besar kala pelatih Takeshi Okada berikrar membawa tim Samurai Biru ke semifinal Piala Dunia 2010. Ternyata, beberapa pemain menyimpan ambisi yang sama, bahkan lebih besar ketimbang sang pelatih.

Keyakinan kubu Jepang bukan tanpa alasan. Skuat Samurai Biru bertekad memberikan kejutan dengan bertumpu pada permainan kreatif, terutama di sektor tengah.

“Orang Jepang terkenal kreatif dan kaum muda terus mengembangkan kreativitas mereka. Sebagai hasilnya, kami berharap banyak pada hal ini. Saya rasa kami punya peluang bagus melawan tim-tim terbaik dunia,” ujar gelandang Jepang, Kengo Nakamura, seperti dilansir fifa.com, Senin (24/5).

Playmaker Keisuke Honda menyebut Jepang punya modal melampaui target tinggi sang pelatih. Pemain CSKA Moscow itu bahkan berani mengumbar mimpi untuk menjadi juara dunia di Afrika Selatan.

“Secara pribadi, rasanya lebih bagus bertekad menjuarai Piala Dunia ketimbang hanya lolos hingga semifinal. Seluruh lawan yang kami hadapi lebih bagus, tetapi kami masih punya peluang,” ujar Honda.

Rekan setim Honda yang menyandang gelar Pemain Terbaik Asia tahun ini, Yasuhito Endo, juga tak kalah percaya diri. Jepang disebutnya siap menjawab tantangan berat di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu.

“Ini tantangan menarik bagi kami, mengingat prestasi terbaik kami hingga saat ini hanya sampai babak 16 Besar. Tetapi kami punya kekuatan sendiri, dan kami akan berusaha keras untuk meraih hasil maksimal,” tukas pemain Gamba Osaka itu.

Pembuktian ambisi besar Jepang dimulai saat mereka menantang Kamerun di partai pembuka Grup E. Duel ini dianggap krusial bagi Samurai Biru.

Jika mampu mengambil poin sempurna, kans melenggang ke babak 16 Besar bakal terbuka. Namun jika gagal menang, Jepang harus tampil habis-habisan mengadang Belanda dan Denmark di partai berikutnya.

JIBI/SOLOPOS/yms

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…