Selasa, 25 Mei 2010 11:11 WIB News Share :

Pesta Miras, 2 tewas dan 1 kritis

Ponorogo–Minuman keras oplosan kembali memakan korban, kali ini terjadi di Ponorogo, Jawa Timur. Ada dua pramusaji kafe Maharani di kota itu tewas, dan seorang lainnya dalam kondisi kritis, Senin (24/5) dini hari.

Pramusaji yang biasa menemani tamu lelaki dan sering disebut secara keliru sebagai purel (akronim dari public relation) itu adalah Eka alias Yamni,25, warga Dusun Sugihan, Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri dan Reni alias Candra Maya,24, warga Desa Kwangsen, Kecamatan Jiwan, Madiun, Jawa Timur.

Sedangkan korban kritis adalah Muryanti alias Ririn,18, yang masih sekampung dengan korban Eka. Ia dirawat di UGD RSU Aisyiyah Ponorogo untuk mendapatkan perawatan intensif.

Eka tewas sesaat setelah dilarikan ke Rumah Sakit Aisiyah. Sedangkan korban Reni tewas setelah sempat dilarikan ke RSUD dr Hardjono Ponorogo.

Awalnya, ketiga pramusaji itu sedang pesta minuman keras dengan laki-laki pelanggannya. Diduga, ketiga korban tidak tahan dengan minuman beralkohol. Korban Ririn alias Muryanti mengaku, saat itu mereka meminum delapan botol minuman keras. Namun, dia juga tak tahu jenis minuman tersebut.

“Malam itu, saya tak tahu di kamar mana, dua teman saya, Reni dan Eka menemani tamu. Kepala saya sudah terasa berat dan jantung terus berdetak,” kata Ririn.

Tim Forensik RSUD dr Hardjono Ponorogo, Suyoto menduga, para korban kelebihan mengkonsumsi minuman keras.  Sementara, Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Suhono, mencurigai ketidakberesan dalam kasus tersebut. Sebab, ketiga korban bekerja dalam satu tempat akan tetapi dikirim ke rumah sakit yang berbeda.

“Kami juga akan memeriksa kembali mayat Eka yang sudah dikirim ke rumah duka di Wonogiri,” tegasnya.

Kapolsek Mlarak, AKP Sukamto, mengungkapkan, sejumlah saksi menyebutkan korban mengkonsumsi miras jenis bir yang dioplos. Namun, sejak pulang dari kampung halamannya, korban Eka sudah dalam keadaan sakit. Sedangkan korban Reni alias Candra Maya sejak sore sudah keluar dari Kafe. “Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjutnya,” paparnya.

Sementara, manajer Kafe Maharani, Sandy, menyebut, mereka over dosis, bukan karena dari jenis minuman keras yang beralkohol tinggi. Menurutnya, mereka pesta miras sejak Minggu (23/5) pukul 20.30 WIB, sampai mereka terasa teler dan tidak berdaya.

“Karena melihat ketiganya kritis, akhirnya dibawa ke rumah sakit. Ketiga purel kami itu mulai sore minum bersama laki-laki pelanggannya. Kami juga tidak terlalu memperhatikan siapa laki-laki yang mabuk bersama para korban,” tandasnya.

kompas.com/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…