Selasa, 25 Mei 2010 13:23 WIB Sepak Bola,Negara Share :

Misi merebut trofi

Menyebut nama Belanda, akan langsung teringkat <I>total football<I>. Bermain tanpa kenal lelah, memburu setiap pemain lawan adalah ciri khas permainan mereka. Julukan Tim Oranye (sesuai dengan kostum kebesaran) disematkan ke negeri Kincir Angin ini.

Mereka sempat mengejutkan dunia pada 1974 dan 1978 karena permainan kolektif dan efektif tersebut. Di era itu Belanda disebut memiliki skuat terbaik dan terkuat, meski pada akhirnya gagal meraih gelar juara. Sayangnya, meski begitu banyak mencetak pemain legenda namun hingga sekarang, Tim Oranye belum pernah merasakan manisnya meraih gelar juara Piala Dunia. Pada 1998, Belanda nyaris menjadi juara sebelum akhirnya takluk di semifinal.

Di poles pelatih Bert Van Marwijk yang menggantikan Marco Van basten setelah Piala Eropa 2008, membuat tim ini pantas dijagokan di Afrika Selatan. Meski baru kali pertama menangani Tim Oranye, namun segudang pemain muda berbakat membuat Marwijk punya banyak pilihan di skuatnya. Marwijk memang masih mengandalkan intuisi dan ketenangannya untuk memimpin Oranye dan sejauh membuahkan hasil positif.

Bagi Marwijk, kebersamaan adalah kunci utama sukses Belanda hingga saat ini.  “Seorang pelatih internasional harus punya pandangan oportunis untuk bekerja bersama skuatnya. Oleh karena itu, saya ingin membuat sebagian besar waktu, saya habiskan dengan para pemain, bercampur dengan mereka, ambil bagian dalam pelatihan, dan meningkatkan porsi latihan untuk mengenal mereka lebih dalam lagi,” kata Marwijk seperti dilansir fifa.com, Senin (24/5).

Meski gaya melatihnya sangat berbeda dengan pendahulunya, Marco van Basten, namun secara taktik keduanya sangat mirip. “Marco menggunakan pola 4-2-3-1. Sejumlah pemain bisa digunakan untuk formasi itu dan saya juga sering memakainya.”

Kekuatan timnas Belanda saat ini ada pada Robin Van Persie, Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Van Persie dikenal karena teknik bermainnya di atas rata-rata, sementara Robben memiliki kelebihan dalam <I>drible<I> dan kecepatan. Di antara mereka, Sneijder dan Robben dalam kondisi siap tempur dan itu akan membuat Belanda menjelma sebagai tim yang sulit ditebak.

Masalah

Hanya saja Belanda masih menyimpan masalah dengan lini belakangnya. Kinerja tembok benteng ini banyak dikritik karena tak bisa mengimbangi kualitas lini tengah dan depan tim.
Langkah Belanda ke Afsel terbilang sangat mudah. Berada di Grup 9, Belanda sudah mengunci tiket lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2010 di laga keenamnya. Pada akhirnya, delapan laga mereka dituntaskan dengan kemenangan 100 persen. Sebuah capaian sempurna.
Hanya saja berada di Grup E bersama Denmark, Jepang dan Kamerun tentu saja bukan tempat yang mudah untuk dilalui.

Bagi Belanda, perempat final menjadi target realistis di Afsel. Namun, jika mereka mampu tampil dengan kekuatan terbaik tanpa direcoki cedera pemain, tentu babak final sangat mungkin diraih.

JIBI/SOLOPOS/who

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…