Selasa, 25 Mei 2010 15:23 WIB Wonogiri Share :

Muncul mata air di lokasi longsor Selogiri

Selogiri (Espos)–Warga RT 3 RW IX Dukuh Sumber, Desa Pare, Selogiri hingga kini masih dibuat heran dengan mata air yang muncul secara tiba-tiba pascalongsornya tanah di belakang rumah keluarga Rasmi, Sabtu (15/5) lalu. Awalnya, mata air yang keluar dari dalam tanah itu mengalir cukup deras, tapi belakangan sudah mulai berkurang.

Di satu sisi, mata air itu bisa menjadi berkah karena sangat jernih sehingga bisa dikonsumsi. Namun di sisi lain, mata air yang berada di ketinggian sekitar 20 meter di atas rumah Rasmi itu lama-lama bisa mengikis lapisan tanah dan membuat tanah di wilayah itu longsor lagi.

Rumah Rasmi sendiri, berikut kandang sapi yang berada di sebelahnya, berdasarkan pengamatan Espos, Selasa (25/5), hancur akibat longsoran tanah tersebut dan kemarin terlihat sedang diupayakan untuk dibangun kembali. Batu-batuan berukuran cukup besar dan bekas-bekas longsoran tanah masih berserakan di tempat itu.

Salah seorang anak Rasmi, Mulyadi, 48, kepada wartawan, kemarin mengungkapkan, longsornya tanah berbukit di belakang rumah ibunya terjadi pada Sabtu (15/5) sekitar pukul 07.30 WIB.

Mengenai mata air itu, Mulyadi menuturkan, langsung muncul dengan deras setelah tanah longsor. Dia mengaku tidak tahu dari mana datangnya air itu. “Saya sendiri juga masih heran, dari mana air itu. Kok munculnya dari tengah-tengah tebing yang cukup tinggi. Sebelumnya, sekitar 10 tahun lalu, kejadian seperti ini juga pernah terjadi. Tanah longsor dan muncul mata air, tapi tidak sebesar ini,” katanya.

Mulyadi berharap segera ada penanganan dari pemerintah terhadap mata air itu agar alirannya tidak mengikis tanah dan membuat kawasan itu rawan longsor. Mulyadi mengatakan, dirinya dan keluarganya belum mau pindah karena menilai sejauh ini tanah di atas rumahnya masih cukup kuat.

shs

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…