Selasa, 25 Mei 2010 19:28 WIB Negara Share :

Jepang harus bekerja ekstra keras di Afsel

Perkembangan sepak bola Jepang menunjukkan peningkatan sangat signifikan sejak 15 tahun terakhir. Pada 1997, tim berjuluk Samurai Biru ini lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama dan pada 2002, mereka bisa menembus babak 16 Besar saat ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan (Korsel).

Perjalanan Jepang menuju Afrika Selatan (Afsel) sedikit di luar prediksi. Sebagian besar pengamat sepak bola menganggap Jepang tak akan menemui kesulitan untuk lolos ke Afsel. Akan tatapi kondisi di lapangan justru sebaliknya. Jepang harus bekerja ekstra keras di fase grup. Padahal saat musuh tangguh mereka praktis hanya Australia. Tiga laga kandang diselesaikan dengan hasil seri dan Jepang tak bisa mengalahkan Australia dalam dua laga tandang maupun kandang.

Jepang harus menunggu hingga dua pertandingan terakhir grup untuk lolos. Dengan gambaran ini, Jepang tampak masih harus banyak melakukan perbaikan.

Kesiapan Jepang juga patut sedikit dipertanyatan. Buktinya, pada laga pemanasan melawan rival utama mereka di Asia, Korea Selatan (Korsel), Samuari Biru tak berkutik dan menyerah 0-2. Padahal laga itu dilangsungkan di Stadion Saitama, Jepang, Senin (24/5).
Sebuah pekerjaan besar bagi pelatih Takeshi Okada.

Piala Dunia 2010 akan menjadi turnamen kali kedua bagi Okada. Dia dikenal sebagai pelatih yang konsisten dengan taktik bertandingnya. “Kami tak akan mengubah taktik kami karena ketika saya menentukan pendekatan taktis dasar untuk tim ini, hal itu telah siap dilaksanakan dengan tujuan utama menang melawan tim-tim terbesar di dunia. Tujuan utama kami di Afrika Selatan adalah untuk mencapai semi final,” kata Okada.

Selama beberapa tahun terakhir, Jepang dikenal sebagai tim penghasil gelandang elegan. Hidetoshi Nakata atau Shinji Ono adalah contoh konkret dari hal itu.
Mereka juga punya pemain belakang yang bisa diandalkan untuk mengamankan tim dari serbuan lawan. Yuji Nakazawa adalah salah satunya. Dia dikenal dengan sebutan <I>bomber head<I>, karena kelebihan yang dimiliki dalam duel udara. Dia bisa membaca permainan dengan baik dan sesekali membantu serangan.

Di lini depan ada Shinji Okazaki yang telah mencetak 15 gol dari 16 penampilannya tahun ini bersama Timnas Jepang. Semangat samurai jelas diusung tinggi oleh pasukan Jepang. Tak pantang menyerah, mengandalkan skill dan akurasi. Permainan yang solid juga menjadi kekuatan tersendiri.

Namun demikian, ketajaman lini depan Jepang sejauh ini masih mendapat sorotan. Tak ada striker yang bisa diandalkan sebagai goal-getter.

JIBI/SOLOPOS/who

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…